Selain membangun kesadaran, gerakan tersebut diharapkan membantu masyarakat mengenali aktivitas peredaran narkoba di lingkungannya sehingga dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme yang tepat.
BACA JUGA: Lima Kades di OKU Selatan Positif Narkoba, Ini Sikap BNN
Ia menegaskan, masyarakat yang telah terlanjur menggunakan narkoba juga perlu mendapat perhatian melalui layanan rehabilitasi.
Menurutnya, akses rehabilitasi dapat dilakukan melalui mekanisme yang berlaku, termasuk ketika keluarga secara sukarela melaporkan dan membawa anggota keluarganya untuk memperoleh penanganan.
“Yang sudah terlanjur memakai kita dorong untuk direhabilitasi, baik melalui pengaduan maupun kesadaran masyarakat untuk membawa keluarganya mendapatkan pengobatan,” katanya.
BNN Empat Lawang juga mendorong optimalisasi tim terpadu P4GN di setiap tingkatan pemerintahan.
BACA JUGA: BNN Empat Lawang Ajak Pemuda Tanamkan Semangat Persatuan di Hari Sumpah Pemuda 2025
Di tingkat kabupaten, tim dipimpin kepala daerah, sedangkan di tingkat kecamatan dan desa melibatkan camat serta kepala desa sesuai peran masing-masing.
Andi mengatakan pendekatan tersebut diperlukan agar gerakan pencegahan tidak berhenti pada rapat koordinasi, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan di tengah masyarakat.
Ia menyebut Bejeghum P4GN Bersinar dirancang agar dapat dijalankan tanpa membutuhkan biaya besar.
Namun, pelaksanaannya tetap memerlukan arahan pimpinan daerah dan koordinasi antarpemangku kepentingan.
BACA JUGA: Heboh! BNN Sita Rumah Crazy Rich Selapan Ilir, Warga Geger Cari Jejak Harta Rp52,7 Miliar
“Program ini tidak memerlukan biaya besar. Yang penting komando dari pimpinan dan semua pihak bergerak bersama-sama mengajak masyarakat melakukan P4GN,” ujarnya.
Ia juga mengajak insan pers berpartisipasi menyebarkan informasi dan edukasi mengenai bahaya narkoba, mulai dari lingkungan pribadi, keluarga, hingga masyarakat luas.
Menurut Andi, keterlibatan lintas sektor diharapkan memperkuat pencegahan narkoba sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat dan produktif menuju Indonesia Emas 2045. (*/red)





