Ringkasan Berita:
° Banyak peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) mengira wawancara adalah tahap tersulit.
° Padahal, justru Tes Literasi dan Numerasi yang sering menjatuhkan mereka.
° Tes ini menilai kemampuan berpikir kritis, bukan hafalan teori—dan seringkali, di sinilah calon guru tersandung.
JAKARTA, LINTANGPOS.com – Bagi ribuan peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG), tahap wawancara sering dianggap sebagai momen paling mendebarkan.
Mereka menyiapkan jawaban, berlatih intonasi, dan menjaga gestur seolah sedang menghadapi ujian hidup.
Namun, banyak yang terkejut saat tahu: bukan wawancara yang menjegal langkah mereka, melainkan Tes Literasi dan Numerasi.
Padahal, dua tes ini justru menjadi tolok ukur utama untuk menilai kesiapan seorang calon guru menghadapi dunia nyata di kelas.
Literasi: Bukan Sekadar Membaca, Tapi Memahami Dunia
Banyak peserta mengira literasi di PPG hanyalah soal memahami teks panjang dan menjawab pertanyaan bacaan. Padahal, jauh lebih dari itu.
BACA JUGA: Mobil SPPG Tergelincir di Jalan Licin, Warga Ramai-ramai Bantu Evakuasi
Tes literasi menguji kemampuan calon guru dalam menangkap makna, menafsirkan konteks, dan menarik kesimpulan logis dari situasi nyata.






