REJANG LEBONG, LINTANGPOS.com – Musim panen raya yang tengah berlangsung di Kabupaten Lebong membawa harapan baru bagi petani padi.
Di tengah fluktuasi harga dan tantangan distribusi, kehadiran negara melalui penyerapan gabah menjadi penopang penting keberlanjutan usaha tani.
Hal inilah yang kini dirasakan petani Lebong, seiring langkah aktif Perum Bulog Kantor Cabang Rejang Lebong dalam menyerap hasil panen mereka.
Perum Bulog Kantor Cabang Rejang Lebong, yang membawahi tiga kabupaten di Provinsi Bengkulu, mencatat telah menyerap gabah petani dari Kabupaten Lebong sebanyak 760 ton.
Angka ini merupakan gabah kering panen (GKP) dari target penyerapan 1.000 ton GKP yang ditetapkan untuk wilayah tersebut.
Pimpinan Cabang Perum Bulog Rejang Lebong, A Musalim Yudha, menyampaikan bahwa capaian ini menunjukkan progres yang cukup signifikan.
Menurutnya, Kabupaten Lebong saat ini sedang berada pada puncak panen raya yang diperkirakan berlangsung hingga akhir Maret 2026.
Dengan kondisi tersebut, Bulog optimistis target penyerapan gabah akan tercapai sesuai rencana.
“Panen masih terus berjalan. Potensi gabah petani cukup besar, dan kami optimistis target 1.000 ton dapat terpenuhi sebelum musim panen berakhir,” ujarnya kepada wartawan.
Tak hanya mengejar kuantitas, Bulog juga menekankan pentingnya kualitas gabah yang diserap.
Gabah yang dibeli merupakan gabah yang telah memenuhi ketentuan, yakni sudah memasuki usia panen dan dalam kondisi bersih.
Standar ini diterapkan untuk menjaga kualitas Cadangan Beras Pemerintah (CBP) serta memastikan rendemen beras yang dihasilkan tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
BACA JUGA: Perum BULOG dan Pemkab Muara Enim Tandatangani MoU Pembangunan Infrastruktur Pascapanen
Langkah ini menjadi krusial, mengingat CBP memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas harga beras nasional dan sebagai bantalan ketika terjadi gangguan pasokan.
Dengan kualitas gabah yang terjaga sejak awal, proses pengolahan hingga penyimpanan beras dapat berlangsung lebih optimal.
Selain gabah, Bulog Rejang Lebong juga aktif menyerap beras petani dari Kabupaten Lebong.
Hingga saat ini, serapan beras telah mencapai 237,7 ton dari target tahun 2026 sebesar 812 ton.
Angka ini menunjukkan bahwa penyerapan tidak hanya berhenti di tingkat gabah, tetapi juga menyentuh hasil olahan petani dan penggilingan lokal.
Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak.
BACA JUGA: Bupati Empat Lawang dan Bulog Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Harga Pangan
Bulog menggandeng Dinas Pertanian, mitra penggilingan, serta penyuluh pertanian lapangan (PPL) untuk memastikan proses penyerapan berjalan lancar.
Sinergi ini diharapkan mampu memberikan kepastian pasar bagi petani, sekaligus mendorong semangat produksi di tingkat lokal.
“Kami terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan para mitra di lapangan. Dengan dukungan semua pihak, target serapan bukan hanya soal angka, tetapi juga soal keberpihakan kepada petani,” tegas Musalim.
Dukungan serupa juga datang dari Dinas Pertanian Kabupaten Lebong.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebong, Silvia, menyatakan pihaknya akan menggerakkan Perumda Lebong serta penggilingan-penggilingan padi lokal agar ikut aktif membantu proses penyerapan oleh Bulog.
Menurut Silvia, koordinasi lintas sektor menjadi kunci optimalisasi serapan.
BACA JUGA: Polres Musi Rawas Distribusikan 8,2 Ton Jagung ke Bulog Lubuklinggau
Dinas Pertanian akan meningkatkan peran tim internal, termasuk para PPL, untuk memetakan potensi panen secara lebih detail dan memastikan kualitas gabah petani sesuai standar Bulog.
“Dengan data panen yang akurat dan pendampingan di lapangan, petani akan lebih siap, baik dari sisi kualitas maupun waktu panen. Ini penting agar serapan Bulog berjalan maksimal,” ujarnya.
Di tengah dinamika sektor pertanian, langkah kolaboratif ini memberi sinyal positif.
Bagi petani Lebong, kepastian bahwa gabah dan beras mereka terserap dengan harga dan standar yang jelas menjadi angin segar.
Sementara bagi pemerintah, upaya ini memperkuat fondasi ketahanan pangan, khususnya di Provinsi Bengkulu.
Panen raya kali ini bukan sekadar soal melimpahnya hasil, tetapi juga tentang bagaimana hasil tersebut dikelola dan diserap secara berkelanjutan.
BACA JUGA: Kapolri, Mentan dan Dirut Bulog Akan Disambut Gelar Adat Komering di OKU Timur
Jika sinergi ini terus terjaga, bukan tidak mungkin Lebong akan menjadi salah satu penopang penting cadangan beras pemerintah di wilayah barat Indonesia. (*/red)





