Bupati Empat Lawang Blak-blakan! Jabatan Bukan Hak, Uang Sedikit Bisa Picu Krisis

oleh -252 Dilihat
Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad menegaskan jabatan adalah amanah besar. Di tengah keterbatasan anggaran, pejabat diminta bekerja profesional dan taat hukum, Rabu (17/12/2025). Foto: Istimewa

Ringkasan Berita:

° Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad menegaskan jabatan adalah amanah, bukan hak pribadi.

° Di tengah kondisi keuangan daerah yang kian sulit, ia meminta pejabat bekerja profesional, taat aturan, dan fokus pada program prioritas demi kepentingan masyarakat.


EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com – Bupati Empat Lawang, Dr. H. Joncik Muhammad, kembali menegaskan prinsip dasar dalam birokrasi pemerintahan: jabatan bukanlah hak pribadi, melainkan amanah besar yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

Penegasan itu disampaikan saat ia memberikan arahan pada pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Empat Lawang Tahun 2025.

Acara tersebut digelar di Ruang  Rapat Madani Setda Empat Lawang, Rabu (17/12/2025).

Dalam suasana khidmat, Joncik mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar benar-benar memahami makna jabatan yang mereka emban.

Menurutnya, sumpah jabatan bukan sekadar formalitas, melainkan janji moral yang harus diwujudkan melalui kinerja nyata.

“Jabatan ini bukan hak, tapi amanah. Tolong dijaga amanah itu sebaik-baiknya. Tadi saudara-saudara sudah berjanji, maka bekerjalah dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.

BACA JUGA: Direktur RSUD Prabumulih Resmi Berganti, Dari Mutasi Hingga Harapan Layanan Lebih Humanis

Sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), Joncik menegaskan tanggung jawabnya memastikan roda birokrasi berjalan sesuai aturan dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa sistem pemerintahan telah diikat oleh berbagai regulasi, mulai dari undang-undang hingga peraturan daerah.

Karena itu, seluruh pejabat diminta bekerja profesional, disiplin, dan tidak keluar dari koridor hukum.

Tak hanya soal etika jabatan, Joncik juga berbicara terbuka mengenai kondisi keuangan daerah yang diakuinya jauh lebih sulit dibanding tahun sebelumnya.

Meski demikian, ia bersyukur pemerintahan tetap berjalan stabil karena kekompakan seluruh jajaran.

“Alhamdulillah tidak ada kegamangan karena kita kompak. Kondisi tahun ini memang jauh lebih sulit dari tahun lalu,” ujarnya.

BACA JUGA: Pemkot Palembang Terapkan Aturan Baru Mutasi ASN, Hanya Dua Kali Setahun dan Wawancara Wajib Streaming!

Dengan keterbatasan anggaran tersebut, Joncik menegaskan pentingnya pengelolaan keuangan yang ekstra hati-hati.

Setiap rupiah, kata dia, harus dikawal ketat dan hanya dialokasikan untuk program prioritas.

“Karena uang sedikit, saya kawal betul. Mana yang prioritas, jangan sampai yang belum skala prioritas malah dicairkan. Ini bisa menimbulkan krisis keuangan,” katanya serius.

Memasuki tahun keenam kepemimpinannya, termasuk 6 bulan 1 hari pada periode kedua, Joncik mengaku sangat memahami dinamika birokrasi.

Evaluasi jabatan yang dilakukan, menurutnya, adalah bagian dari komitmen menjalankan RPJMD sesuai janji kepada masyarakat.

“Memang sudah waktunya saya melakukan evaluasi sesuai janji kepada masyarakat,” tegasnya.

BACA JUGA: Tiga Perwira Dirotasi! Langkah Berani Polres OKU Timur Dinilai Kerek Kualitas Pelayanan Publik

Menutup arahannya, Joncik menyampaikan optimisme.

Ia yakin kondisi pemerintahan dan keuangan daerah akan membaik, bahkan menargetkan tahun 2026 menjadi tahun yang lebih baik bagi Kabupaten Empat Lawang.

Ia juga meluruskan stigma lama soal jabatan “basah” dan “kering” di birokrasi.

“Orientasi jabatan itu bukan duit, tapi bekerja. Tidak ada jabatan basah atau kering. Semua sama, tergantung orangnya,” pungkasnya. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.