Setiap rupiah, kata dia, harus dikawal ketat dan hanya dialokasikan untuk program prioritas.
“Karena uang sedikit, saya kawal betul. Mana yang prioritas, jangan sampai yang belum skala prioritas malah dicairkan. Ini bisa menimbulkan krisis keuangan,” katanya serius.
Memasuki tahun keenam kepemimpinannya, termasuk 6 bulan 1 hari pada periode kedua, Joncik mengaku sangat memahami dinamika birokrasi.
Evaluasi jabatan yang dilakukan, menurutnya, adalah bagian dari komitmen menjalankan RPJMD sesuai janji kepada masyarakat.
“Memang sudah waktunya saya melakukan evaluasi sesuai janji kepada masyarakat,” tegasnya.
BACA JUGA: Tiga Perwira Dirotasi! Langkah Berani Polres OKU Timur Dinilai Kerek Kualitas Pelayanan Publik
Menutup arahannya, Joncik menyampaikan optimisme.
Ia yakin kondisi pemerintahan dan keuangan daerah akan membaik, bahkan menargetkan tahun 2026 menjadi tahun yang lebih baik bagi Kabupaten Empat Lawang.
Ia juga meluruskan stigma lama soal jabatan “basah” dan “kering” di birokrasi.
“Orientasi jabatan itu bukan duit, tapi bekerja. Tidak ada jabatan basah atau kering. Semua sama, tergantung orangnya,” pungkasnya. (*/red)






