Categories: Bengkulu Kepahiang Pertanian

Bupati Kepahiang Jemput Dukungan Pusat untuk Petani Kopi

Di sinilah urgensi program peremajaan tanaman kopi menjadi sangat penting.

Menurut Bupati Zurdi Nata, peremajaan tanaman kopi bukan hanya soal mengganti pohon lama dengan yang baru, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan sektor perkebunan kopi di Kepahiang.

“Tanaman kopi yang sudah tua cenderung menghasilkan panen yang rendah. Dengan peremajaan, kita berharap produktivitas meningkat secara signifikan, sehingga kesejahteraan petani pun ikut terangkat,” jelasnya.

Peremajaan sebagai Investasi Masa Depan

Program peremajaan tanaman kopi dinilai sebagai investasi masa depan bagi daerah penghasil kopi seperti Kepahiang.

BACA JUGA: Petani di Empat Lawang Rugi Rp70 Juta, Hasil Panen Kopi dan Lada Serta Tanaman Kayu Dicuri!

Tanaman baru yang unggul tidak hanya lebih produktif, tetapi juga lebih tahan terhadap hama dan penyakit, serta mampu menghasilkan kualitas biji kopi yang lebih baik.

Dalam konteks inilah peran pemerintah pusat sangat dibutuhkan. Dukungan berupa bantuan bibit unggul, pendampingan teknis, hingga penguatan kelembagaan petani menjadi faktor kunci keberhasilan program peremajaan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang, Ir. Taufik, dalam kesempatan tersebut turut menegaskan kesiapan daerah dalam mendukung pelaksanaan program apabila mendapat persetujuan dan dukungan dari Kementerian Pertanian.

Menurutnya, sinergi pusat dan daerah akan mempercepat realisasi program dan memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh petani.

Kolaborasi Pusat dan Daerah

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan, Dr. Abdul Roni Angkat, M.Si., menyambut baik aspirasi yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Kepahiang.

BACA JUGA: Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad Raih Penghargaan Penggerak Kopi Berkualitas dari DEKOPI Sumsel

Ia menilai bahwa inisiatif daerah untuk proaktif menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat merupakan langkah positif dalam mendorong pembangunan perkebunan nasional.

Kolaborasi antara pusat dan daerah dinilai sangat penting, terutama dalam menghadapi tantangan global sektor perkebunan seperti perubahan iklim, fluktuasi harga komoditas, dan tuntutan pasar terhadap kualitas produk.

Page: 1 2 3

Redaksi

Share
Tags: Bupati Kepahiang Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI kopi Kepahiang peremajaan kopi perkebunan kopi petani kopi produktivitas kopi Zurdi Nata

Recent Posts

  • Berita
  • Lubuk Linggau
  • Pemerintahan
  • Sumsel

Joncik Hadiri Rapimwil Pemuda Muhammadiyah di Lubuk Linggau

Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad menghadiri Rapimwil Pemuda Muhammadiyah Sumsel sekaligus pelantikan PDPM Lubuk Linggau.

2 hari ago
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Lima Desa Empat Lawang Diusulkan Dapat BTS

Lima desa di Empat Lawang diusulkan mendapat pembangunan BTS untuk memperluas akses internet dan mengurangi…

2 hari ago
  • Bengkulu
  • Rejang Lebong

Dua Qori Rejang Lebong Bawa Nama Bengkulu ke MTQ Nasional

Dua qori asal Rejang Lebong, Herdiansyah dan Nofita Sari, mewakili Bengkulu pada MTQ Nasional 2026…

2 hari ago
  • Berita
  • Pendidikan
  • Sumsel

Festival Literasi Sumsel 2026 Kumpulkan Donasi 4.648 Buku

Festival Literasi Sumsel 2026 resmi dibuka Herman Deru. Sebanyak 4.648 buku terkumpul dalam gerakan memperkuat…

2 hari ago
  • Artikel
  • Nasional

“Surat untuk Masa Mudaku”, Pengingat untuk Tidak Mudah Menghakimi dan Berdamai dengan Masa Lalu

Film drama emosional tentang trauma, kehilangan, dan perjalanan berdamai dengan masa lalu, sekaligus pengingat bahwa…

2 hari ago
  • Artikel
  • Nasional

Film Na Willa Jadi Pengingat untuk Lebih Memahami Dunia Anak

Na Willa menghadirkan kisah masa kecil yang hangat sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih…

2 hari ago