Bupati Kepahiang Jemput Dukungan Pusat untuk Petani Kopi

oleh -734 Dilihat
oleh
Bupati Kepahiang kunjungi Kementerian Pertanian RI untuk mendorong program peremajaan kopi guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani, Senin (26/1/2026). Foto: Istimewa

Ringkasan Berita:

Bupati Kepahiang Zurdi Nata melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Pertanian RI untuk meminta dukungan program peremajaan tanaman kopi. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kopi dan kesejahteraan petani di Kabupaten Kepahiang secara berkelanjutan.


JAKARTA, LINTANGPOS.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kepahiang dalam memajukan sektor perkebunan, khususnya komoditas kopi, kembali ditunjukkan secara nyata.

Senin (26/01/2026), Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata, S.IP., melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah strategis untuk membuka jalan dukungan pemerintah pusat bagi petani kopi di daerah.

Didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang, Ir. Taufik, rombongan Pemerintah Kabupaten Kepahiang disambut langsung oleh Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan, Dr. Abdul Roni Angkat, M.Si.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana konstruktif dan penuh semangat kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat.

Dalam pertemuan itu, Bupati Zurdi Nata secara lugas menyampaikan maksud utama kedatangannya, yakni meminta dukungan konkret dari Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produksi dan produktivitas kopi di Kabupaten Kepahiang melalui program peremajaan tanaman kopi.

BACA JUGA: Harga Turun, Panen Kopi Empat Lawang Kian Dekat

“Kami meminta dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian agar dapat membantu masyarakat Kabupaten Kepahiang dalam meningkatkan produktivitas kopi melalui program peremajaan tanaman kopi,” ujar Zurdi Nata melalui pesan singkat WhatsApp usai pertemuan kepada wartawan.

Kopi sebagai Nadi Ekonomi Daerah

Kopi bukanlah komoditas biasa bagi Kabupaten Kepahiang.

Di wilayah ini, kopi telah lama menjadi sumber penghidupan utama ribuan kepala keluarga.

Dari lereng perbukitan hingga kawasan pedesaan, perkebunan kopi menjadi denyut nadi ekonomi masyarakat.

Namun, seiring berjalannya waktu, tantangan pun semakin nyata. Banyak tanaman kopi milik petani yang telah berusia tua dan tidak lagi produktif.

BACA JUGA: 18,5 Ton Kopi Liberika Lahat Tembus Pasar Malaysia: Bukti “Emas Hitam” Sumsel Mulai Mendunia!

Kondisi ini berdampak langsung pada menurunnya hasil panen dan pendapatan petani.

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.