Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) H Devi Suhartoni. (*/IST)
° Memasuki 2026, Bupati Muratara H Devi Suhartoni mengungkap dua tantangan terberat daerahnya: penebangan hutan ilegal dan PETI.
° Ia menegaskan komitmen menjaga lingkungan dengan pendekatan koordinatif, konsisten, dan penuh kesabaran bersama seluruh pihak.
MURATARA, LINTANGPOS.com – Memasuki awal tahun 2026, Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) H Devi Suhartoni menyampaikan refleksi sekaligus tantangan terberat yang masih membayangi pemerintahannya.
Dua persoalan utama yang hingga kini belum sepenuhnya tertangani adalah penebangan pohon ilegal di kawasan hutan serta penambangan tanpa izin (PETI).
Dalam unggahan di media sosial pribadinya, Bupati Devi menulis dengan nada jujur dan terbuka.
Ia menyebut, sebagai pemimpin bersama Wakil Bupati, dirinya ingin semua persoalan rakyat dapat diselesaikan sesuai harapan.
Namun realitas pemerintahan mengajarkan bahwa tidak semua masalah bisa dituntaskan secara instan.
“Ini tanggung jawab kami, walau ada batasan fungsi jabatan dan kewenangan. Tidak semua bisa dikerjakan pemerintah kabupaten. Semua harus melalui aturan, etika koordinasi, dan proses,” tulisnya.
Bupati menegaskan bahwa pihaknya tetap fokus membenahi Muratara, menjaga daerah ini agar kelak tertata dengan baik dan siap dilanjutkan oleh pemimpin berikutnya.
Ia secara gamblang menyebut bahwa praktik penebangan liar, PETI, kerusakan lingkungan, hingga penyentruman ikan menjadi ancaman nyata terhadap masa depan Muratara.
Namun demikian, pemerintah daerah tidak tinggal diam.
“Dengan segala kekurangan saya, saya tetap konsisten meminta Kementerian Kehutanan agar menghentikan semua ini. Sejak 2020 kami sudah bersurat untuk menghentikan kerusakan lingkungan Muratara,” tegasnya.
Bahkan, Pemkab Muratara telah mengusulkan agar kawasan hutan produksi (HP) dijadikan Hutan Produksi Konversi (HPL), terutama untuk desa-desa terdampak dan jalan umum.
Upaya ini terus dikejar secara konsisten, sabar, dan sesuai aturan.
BACA JUGA: Ribuan Warga Muratara Belum Punya KTP-El, Angkanya Bikin Kaget!
Bupati juga mengajak masyarakat untuk memahami bahwa urusan kehutanan bukan hanya milik Muratara, melainkan seluruh Indonesia.
Page: 1 2
Bupati Empat Lawang Dr. H. Joncik Muhammad meninjau langsung kesiapan akhir Sekolah Rakyat menjelang pelaksanaan…
Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad melakukan kunjungan dan pengecekan akhir kesiapan Sekolah Rakyat menjelang pelaksanaan…
Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad menghadiri Rapimwil Pemuda Muhammadiyah Sumsel sekaligus pelantikan PDPM Lubuk Linggau.
Lima desa di Empat Lawang diusulkan mendapat pembangunan BTS untuk memperluas akses internet dan mengurangi…
Dua qori asal Rejang Lebong, Herdiansyah dan Nofita Sari, mewakili Bengkulu pada MTQ Nasional 2026…
Festival Literasi Sumsel 2026 resmi dibuka Herman Deru. Sebanyak 4.648 buku terkumpul dalam gerakan memperkuat…