Bupati, Wabub dan Ketua Dewan Sembelih Kerbau, Ini Makna Besarnya!

oleh -28 Dilihat
oleh
Penyembelihan kerbau oleh tiga pimpinan Kepahiang jadi simbol syukur dan pelestarian adat Rejang menjelang penganugerahan gelar adat Umbung Kutei 2026, Selasa (6/1/2026). Foto: Istimewa

Ringkasan Berita:

° Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata, Wabup Abdul Hafizh dan Ketua DPRD Igor Gregory Dayefiandro menyembelih seekor kerbau.

° Kegiatan ini sebagai rangkaian syukuran jelang penganugerahan gelar adat Rejang.

° Prosesi ini menjadi bagian penting pembukaan Umbung Kutei 2026.


KEPAHIANG, LINTANGPOS.com — Suasana halaman Rumah Adat Pemerintah Kabupaten Kepahiang, Selasa (6/1/2026), tampak khidmat sekaligus sarat makna budaya.

Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata, S.Ip, Wakil Bupati Ir. Abdul Hafizh, M.Si, dan Ketua DPRD Kepahiang Igor Gregory Dayefiandro, SE, M.Sc, secara bersama-sama melaksanakan penyembelihan seekor kerbau.

Penyembelihan kerbau tersebut bukan sekadar seremoni biasa.

Prosesi ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan penganugerahan gelar adat yang akan diberikan kepada ketiga pimpinan daerah tersebut oleh Lembaga Adat Rejang (LARK) pada Kamis (8/1/2026), atau dua hari setelahnya.

Bupati Zurdi Nata menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda besar Umbung Kutei, sebuah perhelatan budaya yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Kepahiang sebagai wujud pelestarian adat dan tradisi masyarakat Rejang.

“Penyembelihan kerbau ini adalah ungkapan rasa syukur kami atas kepercayaan dan kehormatan berupa gelar adat yang akan kami terima,” ujar Nata.

BACA JUGA: Kemenangan Sejarah! Makam Pangeran Kramojayo Resmi Kembali Jadi Cagar Budaya — “Tangan Tuhan” di Balik Putusan PTTUN Palembang!

Kerbau yang disembelih nantinya akan menjadi hidangan utama dalam jamuan makan bersama pada acara penganugerahan gelar adat sekaligus pembukaan resmi Umbung Kutei.

Jamuan tersebut bukan hanya menjadi simbol kebersamaan, tetapi juga perwujudan nilai gotong royong dan kekeluargaan yang melekat dalam adat Rejang.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa Umbung Kutei bukan sekadar acara seremonial, melainkan momentum penting untuk menjaga keberlangsungan budaya Rejang Kepahiang di tengah arus modernisasi.

Dengan keterlibatan langsung para pemimpin daerah dalam prosesi adat ini, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya warisan budaya semakin kuat, sekaligus menjadikan Umbung Kutei sebagai identitas kebanggaan Kabupaten Kepahiang.

“Umbung Kutei ini bertujuan untuk menjaga dan melestarikan budaya adat Rejang Kepahiang. Mempertahankan adat dan budaya harus dilakukan oleh semua pihak, termasuk masyarakat,” tutupnya. (*/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.