Inggris, LintangPos.com – Nama Roman Abramovich selalu melekat dengan cerita-cerita penuh intrik dari masa kepemilikannya di Chelsea.
Pemilik asal Rusia itu dikenal dengan sikap tanpa ampun terhadap manajer yang gagal memenuhi ekspektasinya.
Bahkan, kisah terbaru datang dari Carlo Ancelotti, pelatih yang sempat membawa The Blues berjaya, namun akhirnya didepak dengan alasan yang terbilang unik.
Ancelotti, yang menukangi Chelsea pada Juli 2009 hingga Mei 2011, awalnya menjadi sosok penyelamat.
Musim pertamanya berjalan nyaris sempurna, dengan catatan manis meraih gelar ganda—Premier League dan Piala FA.
Sebuah pencapaian historis yang belum pernah diraih klub sebelumnya.
BACA JUGA: Pemuda di Palembang Dibacok Ayah Saat Lindungi Ibu, Polisi Turun Tangan
Namun, jalan manis itu tak berlangsung lama. Musim kedua, segalanya berubah. Bagi Abramovich, Liga Champions adalah tolok ukur utama.
“Sukses atau gagal di Eropa adalah cara saya diukur oleh Abramovich. Dan Liga Champions yang akhirnya mengakhiri pekerjaan saya,” ungkap Ancelotti dalam autobiografinya The Dream – Winning the Champions League.
Momen paling krusial terjadi pada laga perempat final Liga Champions 2011 melawan Manchester United.








