Cik Ujang menilai, pemisahan jalur angkutan batubara dengan jalan umum menjadi salah satu solusi untuk mengurangi persinggungan antara aktivitas pertambangan dan kebutuhan mobilitas masyarakat.
Dengan adanya jalur yang lebih khusus, aktivitas pengangkutan batubara diharapkan dapat berlangsung secara lebih aman dan terkendali, tanpa mengabaikan kepentingan pengguna jalan umum.
BACA JUGA: PLTU Bengkulu Terancam Lumpuh, Puluhan Truk Batubara Disetop di Lubuklinggau
Ia menyebut pembangunan jembatan dan flyover tersebut juga menunjukkan adanya komitmen perusahaan untuk mendukung kebijakan pemerintah daerah dalam menciptakan aktivitas pertambangan dan transportasi batubara yang lebih tertib.
“Ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung upaya pemerintah menciptakan aktivitas pertambangan dan transportasi batubara yang lebih tertata,” kata Cik Ujang.
Selain aspek kelancaran transportasi, Wakil Gubernur Sumsel tersebut berharap pembangunan infrastruktur memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.








