Ringkasan Berita:
° Ledakan dari dapur rumah Indra di Lubuk Linggau memicu kepanikan warga pada Selasa pagi.
° Tabung gas diduga bocor hingga meledak. Damkar diterjunkan dua unit armada, namun api sudah padam.
° Tidak ada korban jiwa, kerugian ditaksir Rp500 ribu.
LUBUK LINGGAU, LINTANGPOS.com — Suasana pagi yang biasanya tenang di Jalan Belimbing, Kecamatan Lubuk Linggau Barat II, tiba-tiba pecah oleh suara ledakan keras, Selasa (18/11/2025) sekitar pukul 06.25 WIB.
Indra (50), pemilik rumah, sontak dibuat panik ketika dentuman itu berasal dari arah dapurnya.
Warga sekitar yang mendengar suara serupa juga berhamburan ke luar rumah, mencari sumber kegemparan.
Dari dalam dapur rumah Indra, asap tipis terlihat mengepul. Belakangan diketahui, ledakan itu berasal dari tabung LPG yang diduga mengalami kebocoran saat sedang digunakan istrinya untuk memasak.
Dalam kondisi masih syok, Indra segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran, Penyelamatan dan Penanggulangan Bencana (DPKPPB) Kota Lubuk Linggau.
Kasi Ops Damkar, Edwar, membenarkan laporan tersebut.
BACA JUGA: Niat Mandi di Irigasi, Janda 61 Tahun Ditemukan Tewas: Penyakit Kambuh atau Terseret Arus?
“Kami menerima laporan sekitar pukul 06.25 WIB. Dua unit armada dengan 10 personel langsung meluncur ke lokasi,” ujarnya.
Namun setibanya petugas, api ternyata sudah padam.
Meski begitu, tim Damkar tetap melakukan pengecekan menyeluruh dan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa.
“Penyebabnya kemungkinan karena tabung gas bocor. Kami belum bisa memastikan secara teknis, tetapi mobil dan personel tetap kami turunkan untuk antisipasi. Syukurnya, rumah aman dan tidak ada korban jiwa,” tegas Edwar.
Dari keterangan Edwar, saat kejadian istri Indra sedang memasak.
Tanpa tanda-tanda mencurigakan, tabung gas tiba-tiba mengeluarkan suara mendesis sebelum akhirnya meledak.
BACA JUGA: Pengamanan Diperketat! Arahan Tegas Kabag Ops Polres Empat Lawang Jelang Penguatan Harkamtibmas
Beruntung, ledakan tidak menjalar dan tidak memicu kebakaran besar.
Meski begitu, insiden tersebut tetap menimbulkan kerugian materi, terutama pada bagian dapur yang rusak. Total kerugian ditaksir sekitar Rp500 ribu. (*/red)





