Dari Duka ke Maut, Pria Tewas Dibunuh Tetangga Sendiri

oleh -64 Dilihat
oleh
Tragedi berdarah di Lubuklinggau, Suhar tewas dibunuh tetangganya saat hari pemakaman ayahnya. Pelaku menyerahkan diri ke rumah lurah, Sabtu (24/1/2026). Foto: Istimewa

Ringkasan Berita:

Duka Suhar (51) atas wafatnya sang ayah berubah menjadi tragedi berdarah. Ia tewas dibacok tetangganya sendiri, Supriyadi (30), di Kelurahan Marga Bakti, Lubuklinggau, tepat di hari pemakaman ayahnya.


LUBUK LINGGAU, LINTANGPOS.com – Suasana duka masih menyelimuti rumah Suhar (51) pada Sabtu siang, 24 Januari 2026.

Tangis keluarga belum sepenuhnya reda setelah kepergian Muhammad Jakpar, sang ayah tercinta.

Namun tak ada yang menyangka, hari yang seharusnya menjadi penutup masa berduka itu justru berubah menjadi tragedi berdarah yang merenggut nyawa Suhar sendiri.

Peristiwa memilukan itu terjadi di RT 03 Kelurahan Marga Bakti, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Lingkungan yang biasanya tenang mendadak geger setelah kabar pembunuhan menyebar dari mulut ke mulut warga.

Dari Prosesi Duka ke Jalan Sunyi

BACA JUGA: Vonis Mengejutkan! Pembunuh Kontraktor Lubuklinggau Lolos dari Hukuman Mati, Kuasa Hukum Langsung Banding

Pagi hingga menjelang siang, Suhar masih menjalani perannya sebagai anak yang berbakti.

Ia turut memandikan jenazah ayahnya di rumah. Wajahnya tampak letih, matanya sembab, namun ia berusaha tegar menerima takdir yang datang.

Ketika iring-iringan jenazah ayahnya bersiap diberangkatkan menuju pemakaman, Suhar justru memilih tidak ikut serta.

Keputusan itu sempat mengundang tanya dari sejumlah kerabat. Tanpa banyak bicara, ia melangkah menuju rumah tetangganya yang berada tepat di belakang rumahnya.

Tak ada yang menduga, langkah Suhar siang itu adalah perjalanan terakhir dalam hidupnya.

Keributan yang Berujung Darah

BACA JUGA: Kasus Pria di Muba Tewas di Tandon Terungkap, Motif Perampokan?

Menurut keterangan warga sekitar, suasana duka mendadak pecah oleh suara keributan dua pria dewasa.

Suhar dan tetangganya, Supriyadi (30), terlibat cekcok yang belum diketahui pasti pemicunya.

Emosi Supriyadi disebut memuncak. Dalam kondisi gelap mata, ia mengambil senjata tajam jenis parang.

Tanpa ampun, parang tersebut diayunkan ke arah Suhar.

Leher dan tangan korban menjadi sasaran. Bahkan, beberapa jari Suhar dilaporkan terputus akibat bacokan tersebut.

Suhar tumbang bersimbah darah. Nyawanya tak tertolong.

BACA JUGA: Pelajar 14 Tahun Tewas Terlindas Bus di Depan Sekolah

Ia menghembuskan napas terakhir tepat di hari pemakaman sang ayah, meninggalkan luka mendalam bagi keluarga yang belum sempat pulih dari duka sebelumnya.

Pelarian Singkat Sang Pelaku

Usai kejadian, Supriyadi melarikan diri meninggalkan rumahnya.

Ia menerobos rimbunnya kebun karet di sekitar permukiman warga.

Kepanikan sempat melanda warga yang khawatir pelaku akan kembali atau melukai orang lain.

Namun pelarian itu tak berlangsung lama.

BACA JUGA: Cari Rumput, Petani Musi Rawas Nyaris Tewas Diterkam Buaya

Beberapa saat kemudian, Supriyadi justru mendatangi rumah lurah setempat.

Di hadapan aparat kelurahan, ia menyerahkan diri tanpa perlawanan.

Langkah tersebut membuat situasi yang sempat tegang berangsur kondusif.

Polisi: Pelaku Masih Depresi

Kapolsek Lubuklinggau Utara, Iptu Sumardi Chandra, melalui Kanit Reskrim Ipda Benny, membenarkan peristiwa pembunuhan tersebut.

Ia memastikan bahwa tersangka kini telah diamankan di Polsek Lubuklinggau Utara.

BACA JUGA: Wanita Ditemukan Tewas di Hotel Lebong, Polisi Ungkap Faktanya

“Saat ini tersangka belum bisa diambil keterangan karena masih depresi atas kejadian yang dilakukan,” ungkap Ipda Benny kepada wartawan.

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait motif pembunuhan, termasuk hubungan korban dan pelaku sebelum peristiwa tragis itu terjadi.

Dijerat Pasal Pembunuhan

Akibat perbuatannya, Supriyadi dijerat dengan pasal pembunuhan sebagaimana diatur dalam Pasal 458 KUHP.

Ancaman hukuman berat menanti pelaku atas tindakan yang menghilangkan nyawa orang lain tersebut.

Sementara itu, situasi pascakejadian di Kelurahan Marga Bakti dilaporkan sudah kembali kondusif.

BACA JUGA: Tragis! Mantan Anggota DPRD Lubuklinggau Tewas Terlindas Usai Tabrak Pintu Mobil

Aparat kepolisian tetap melakukan penjagaan dan pendekatan persuasif kepada warga untuk mencegah potensi konflik lanjutan.

Luka Mendalam bagi Keluarga dan Warga

Tragedi ini menyisakan luka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi warga sekitar.

Dalam hitungan jam, satu keluarga harus kehilangan dua sosok sekaligus—ayah dan anak—dalam waktu yang hampir bersamaan.

Peristiwa ini menjadi pengingat betapa cepatnya emosi dapat berubah menjadi petaka.

Duka yang seharusnya menjadi ruang untuk saling menguatkan justru berakhir dengan kekerasan yang merenggut nyawa.

BACA JUGA: Bus AKAP Serempet Motor, Pengendara Tewas Mengenaskan 

Warga berharap kejadian serupa tak terulang kembali, dan aparat dapat mengungkap motif sebenarnya demi keadilan bagi korban serta ketenangan masyarakat Lubuklinggau. (*/red)