Polisi menggagalkan upaya remaja yang hampir melompat dari Jembatan Ampera. Korban mengaku tertekan akibat kekerasan rumah tangga yang dialami, Sabtu (29/11/2025). Foto: Istimewa
° Seorang remaja perempuan nyaris melompat dari Jembatan Ampera, Palembang.
° Aksi nekat itu berhasil digagalkan personel Satlantas Polrestabes Palembang.
° Korban kemudian mengaku mengalami tekanan mental akibat KDRT yang dialaminya dari sang suami.
PALEMBANG, LINTANGPOS.com – Suasana di Jembatan Ampera mendadak mencekam pada Sabtu (29/11/2025) sekitar pukul 10.30 WIB saat seorang remaja perempuan berinisial PR (18) nyaris mengakhiri hidup dengan melompat dari sisi kiri jembatan yang mengarah ke kawasan Jakabaring.
Aksi berbahaya itu berhasil digagalkan anggota Satuan Lalu Lintas Polrestabes Palembang yang kebetulan tengah melintas setelah menerima laporan warga.
Personel Pos Lantas 502 yang dipimpin Aipda Dosan Dinata, bersama dua anggota lainnya, langsung menuju lokasi begitu laporan diterima.
Setibanya di tempat kejadian, petugas mendapati PR berdiri di tepi pagar jembatan, tubuhnya sudah melewati batas pengaman.
Tanpa menunda waktu, petugas menarik tangan PR dan menjauhkannya dari pagar.
Namun, proses penyelamatan tidak berlangsung mulus.
BACA JUGA: Aksi Jambret di Jembatan Ampera, Mahasiswi Kehilangan Gelang Emas Rp12 Juta
PR sempat histeris dan menjerit, menolak dijauhkan dari titik berbahaya tersebut.
Petugas kemudian mencoba menenangkannya dengan pendekatan verbal yang lembut.
Setelah beberapa menit, PR akhirnya bersedia dibawa ke Pos Lantas 502 di bawah Jembatan Ampera guna mendapatkan pendampingan.
Di pos lantas, PR masih terlihat terguncang. Setelah kondisinya sedikit membaik, remaja asal Lorong Jambu, Palembang itu mengaku bahwa tindakannya dipicu tekanan mental yang ia alami selama ini.
Ia mengungkap sering mendapat perlakuan kasar dari suaminya, meski pernikahan mereka baru berjalan satu tahun.
“Dia sering marah dan memukul,” kata PR lirih kepada petugas, sebagaimana disampaikan pihak kepolisian.
BACA JUGA: Penodongan di Jembatan Ampera Kembali Terjadi, Seorang Pemuda Jadi Korban
Tekanan mental akibat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itulah yang ia sebut sebagai pemicu keputusan nekatnya.
Page: 1 2
Bupati Empat Lawang Dr. H. Joncik Muhammad meninjau langsung kesiapan akhir Sekolah Rakyat menjelang pelaksanaan…
Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad melakukan kunjungan dan pengecekan akhir kesiapan Sekolah Rakyat menjelang pelaksanaan…
Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad menghadiri Rapimwil Pemuda Muhammadiyah Sumsel sekaligus pelantikan PDPM Lubuk Linggau.
Lima desa di Empat Lawang diusulkan mendapat pembangunan BTS untuk memperluas akses internet dan mengurangi…
Dua qori asal Rejang Lebong, Herdiansyah dan Nofita Sari, mewakili Bengkulu pada MTQ Nasional 2026…
Festival Literasi Sumsel 2026 resmi dibuka Herman Deru. Sebanyak 4.648 buku terkumpul dalam gerakan memperkuat…