Hujan deras dan jalur kompleks menghambat pembangunan jalan hauling batubara di Lahat. Namun proyek tetap ditargetkan beroperasi tahun depan. Foto: dok/ist
° Pembangunan jalan hauling batubara di Kabupaten Lahat masih terkendala cuaca ekstrem dan kompleksitas trase.
° Meski progres belum maksimal, dua perusahaan pelaksana tetap optimistis proyek rampung dan mulai beroperasi tahun depan guna mengalihkan angkutan batubara dari jalan umum.
LAHAT, LINTANGPOS.com – Hujan seolah tak henti menyapa Kabupaten Lahat dalam beberapa bulan terakhir.
Di balik rintiknya, alat-alat berat berjibaku di medan licin, mengerjakan proyek strategis yang dinanti banyak pihak: jalan hauling batubara.
Proyek ini diharapkan menjadi solusi atas lalu lintas angkutan batubara yang selama ini membebani jalan umum.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumatera Selatan, Herdi Apriansyah, menyebut pembangunan jalan hauling di Lahat saat ini dikerjakan oleh dua perusahaan, yakni PT Levi Bersaudara Abadi (LBA) dan PT Akses Lintas Raya (ALR).
Seluruh perizinan masih berproses, namun proyek telah masuk tahap konstruksi.
“Untuk izin jalan hauling di Lahat, PT ALR dan PT LBA saat ini masih proses pembangunan,” ujar Herdi.
PT Akses Lintas Raya menggarap jalan hauling sepanjang 34,3 kilometer yang dibagi dalam dua tahap.
Pada tahap pertama sepanjang 24 kilometer, progres fisik baru menyentuh angka 60 persen.
Tingginya curah hujan menjadi faktor utama lambatnya pengerjaan.
Humas PT ALR, Beni Wisakti Ilyas, mengungkapkan hujan yang sering turun membuat alat berat tidak bisa bekerja optimal, khususnya saat pelebaran jalan di kawasan perkebunan.
“Kondisi ini membuat progres belum sesuai target awal,” jelasnya.
Tak hanya cuaca, tantangan lain datang dari kompleksitas trase.
BACA JUGA: Dump Truk Batubara Terguling Timpa Innova, Dua Tewas Seketika, Begini Kronologinya!
Jalur hauling melewati kawasan Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan hingga titik-titik persilangan pipa migas.
Kondisi tersebut menuntut perencanaan teknis dan pengamanan ekstra agar pengerjaan berjalan aman.
Page: 1 2
Aksi sejumlah pelajar mengendarai motor secara ugal-ugalan hingga dugaan balap liar meresahkan warga Tebing Tinggi,…
Martha Boru Napitupulu menjelaskan alasan pernikahan semarga menjadi pantangan dalam adat Batak.
Pemprov Sumsel mempercepat digitalisasi bansos setelah 4,3 juta KPM baru masuk penerima berdasarkan pemutakhiran data…
Herman Deru meninjau posko Karhutla Kertapati dan meminta layanan kesehatan diperkuat 24 jam bagi masyarakat…
Disdikbud Empat Lawang mengimbau seluruh sekolah menggunakan masker menyusul kondisi udara yang terdampak asap karhutla.
Aroma asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)…