Di tengah silang pendapat hukum, masyarakat Palembang justru berharap polemik ini tidak terus berlarut.
Warga mendesak Pemerintah Kota Palembang untuk segera merealisasikan pembangunan kolam retensi sebagai solusi konkret pengendalian banjir yang selama ini menjadi momok setiap musim hujan.
BACA JUGA: Roti Diduga Kedaluwarsa Picu Mual Siswa SMPN 31 Palembang
“Yang dibutuhkan warga bukan saling tuding, tapi tindakan nyata. Kolam retensi harus segera dibangun demi kepentingan publik,” ujar seorang warga.
Desakan transparansi dan kepastian hukum pun menguat, agar proyek strategis tersebut tidak lagi tersandera polemik dan benar-benar diwujudkan untuk kepentingan rakyat Palembang. (*/red/rls)
Polsek Tebing Tinggi menyasar pemilik lahan di Desa Kembang Manis untuk mencegah Karhutla dan melarang…
Herman Deru melepas 95 Kafilah Sumsel ke MTQ XXXI Semarang dan menargetkan kejayaan Sumsel kembali…
Herman Deru meminta RUU Ketransmigrasian tak hanya ubah paradigma, tetapi juga menyelesaikan persoalan aset dan…
Bhabinkamtibmas Polsek Pendopo mengecek Pekarangan Bergizi di Desa Tanjung Baru untuk mendorong kemandirian pangan dan…
Polsek Talang Padang menggencarkan Program Makmano Karhutla dan mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan…
Dr. Wulan Purnamasari menegaskan tiga pilar Demokrat: memajukan ekonomi, menegakkan keadilan, dan menjaga demokrasi.