Diterjang Hujan dan Angin Dini Hari, Pohon Raksasa Roboh Tutup Jalan Utama Sekayu! Ini Kronologinya

oleh -143 Dilihat
oleh
Cuaca ekstrem sebabkan pohon besar tumbang di Sekayu, Muba. Akses jalan sempat terhambat sebelum dievakuasi tim gabungan, lalu lintas kembali lancar, Kamis (1/1/2025). Foto: Istimewa

Ringkasan Berita:

° Hujan deras disertai angin kencang merobohkan pohon raksasa di Jalan Bupati Oesman Bakar, Sekayu, Muba, Kamis (1/1/2026) dini hari.

° Tim gabungan BPBD, Damkar, DLH, PLN, dan warga bergerak cepat membersihkan lokasi. Lalu lintas kini kembali normal.


MUBA, LINTANGPOS.com – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sekayu sejak dini hari, Kamis (1/1/2026), membawa dampak serius.

Sekitar pukul 03.00 WIB, sebuah pohon berukuran besar atau raksasa tumbang di Jalan Bupati Oesman Bakar, Kelurahan Kayuara, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), tepat di depan Stable Berkuda.

Pohon tumbang tersebut menutup sebagian badan jalan, menyebabkan arus lalu lintas terganggu dan memicu kekhawatiran warga sekitar yang melintas di jam-jam rawan tersebut.

Begitu menerima laporan dari masyarakat melalui Call Center, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Musi Banyuasin langsung bergerak cepat.

“Satgas piket BPBD Muba langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi agar akses jalan dapat kembali normal,” ujar Kepala BPBD Muba, Marko Susanto.

Penanganan di lapangan dilakukan secara kolaboratif oleh tim gabungan yang melibatkan BPBD Muba, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), PLN, serta dibantu warga setempat.

BACA JUGA: Dari Bencana hingga Prestasi, Sumsel Melangkah Penuh Dinamika

Berbagai peralatan berat seperti mobil rescue, chainsaw, truk DLH, dan alat pelindung diri dikerahkan guna mempercepat proses evakuasi dan pembersihan material pohon.

Upaya kerja cepat tersebut membuahkan hasil. Dalam waktu relatif singkat, jalan kembali terbuka dan arus lalu lintas normal kembali.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Saat ini kondisi sudah aman dan lalu lintas kembali lancar,” tambah Marko.

Beruntung, dalam kejadian ini tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka.

Namun BPBD Muba menegaskan masyarakat tetap harus meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih tinggi.

Saat ini, BPBD Muba telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi hingga 31 Mei 2026 sebagai langkah antisipasi menghadapi puncak musim hujan.

BACA JUGA: Pemerintah Kucurkan Insentif Rp2 Juta per Orang Bagi Guru di Lokasi Bencana Sumatera 

“Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati, terutama saat hujan deras disertai angin kencang. Jika terjadi kondisi darurat, segera laporkan ke BPBD,” tutupnya. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.