HUT ke-22 Kepahiang ditutup tasyakuran penuh makna. Bupati ajak masyarakat berdoa, berinovasi, dan bersatu membangun daerah, Kamis (8/1/2026). Foto: Kominfo Kepahiang
° Peringatan HUT ke-22 Kabupaten Kepahiang ditutup dengan tasyakuran dan doa bersama di Masjid Agung Baitul Hikmah.
° Bupati Zurdi Nata mengajak seluruh elemen masyarakat berinovasi dan berkolaborasi demi Kepahiang yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
KEPAHIANG, LINTANGPOS.com– Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Kabupaten Kepahiang resmi ditutup dengan suasana penuh kekhusyukan dan kebersamaan melalui kegiatan tasyakuran di Masjid Agung Baitul Hikmah Kepahiang, Kamis (8/1/2026).
Acara tersebut diisi dengan shalat Maghrib berjamaah, ceramah agama oleh Ustadz Rabiul Jayan, serta shalat Isya berjamaah.
Meski digelar sederhana, kegiatan ini sarat makna dan dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, di antaranya Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata, S.Ip, Wakil Bupati Ir. Abdul Hafizh, M.Si, Ketua DPRD Kepahiang Gregory Dayefiandro, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Zainal, S.Sos, unsur Forkopimda, para kepala OPD, serta masyarakat Kabupaten Kepahiang.
Dalam sambutannya, Bupati Zurdi Nata mengajak seluruh masyarakat untuk memanjatkan doa agar Kabupaten Kepahiang senantiasa mendapat keberkahan, kemajuan, dan kesejahteraan.
“Tasyakuran ini adalah wujud rasa syukur atas segala nikmat yang telah Allah SWT berikan kepada daerah kita. Mari kita berdoa agar Kepahiang ke depan menjadi lebih baik,” ungkap Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan pembangunan, khususnya di tengah kondisi efisiensi anggaran yang menuntut kreativitas dan sinergi lebih kuat.
BACA JUGA: Dipecat Gegara Injak Al-Qur’an, ASN Kepahiang Melawan, Ajukan Keberatan ke BP ASN
“Dengan kondisi saat ini, kita dituntut untuk berinovasi dan berkolaborasi. Mari kita tumbuhkan kembali semangat gotong royong demi terwujudnya Kepahiang yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Malam tasyakuran ini menjadi simbol penguat persatuan dan kebersamaan masyarakat Kepahiang.
Selain sebagai refleksi perjalanan daerah yang telah memasuki usia ke-22 tahun, momentum tersebut juga menjadi ajakan moral agar seluruh elemen masyarakat terus berperan aktif dalam pembangunan, menjaga kerukunan, serta bersama-sama memajukan daerah demi terwujudnya Indonesia yang lebih baik.
Page: 1 2
Warga Desa Sarang Bulan, Empat Lawang, mengeluhkan bantuan beras 30 kg yang disebut hanya diterima…
Sebanyak 19 anggota Pramuka Empat Lawang menerima penghargaan Pancawarsa 2026 atas dedikasi dan kontribusi dalam…
Sebanyak 16 dokter internship ditempatkan di Empat Lawang. Sekda Fauzan Khoiri Denin menekankan pentingnya sikap…
Sekda Empat Lawang Fauzan Khoiri Denin meminta operasional travel dikaji menyusul kecelakaan maut yang menewaskan…
Pemkab Empat Lawang menjadwalkan tiga agenda pada 17 September 2026, mulai Upacara Hari Perhubungan Nasional…
Polsek Talang Padang menggencarkan Makmano Karhutla di Desa Karang Are dan mengimbau warga tidak membuka…