Categories: Kasus Metropolis Palembang

Dosen FH UMP Dinonaktifkan Usai Dilaporkan Mahasiswi

Dalam laporan polisi, korban mengaku dipanggil masuk ke ruangan terlapor.

Saat itu, pintu ruangan disebut ditutup oleh rekan terlapor.

Korban menuturkan, terlapor sempat bersandar di bahunya hingga melakukan tindakan yang dinilai tidak pantas.

Korban mengaku menolak dan menjauh sembari menyampaikan bahwa dirinya telah memiliki kekasih.

Terlapor kemudian menghentikan aksinya.

BACA JUGA: Oknum Dosen UMP Terancam Dipecat?

Namun saat korban hendak keluar dan meminta bantuan kepada asisten dosen, terlapor diduga kembali melakukan tindakan tidak pantas dengan mencubit pipi korban dan menyebutnya “nakal” di hadapan orang lain.

Tak terima dengan perlakuan tersebut, korban bersama keluarganya akhirnya melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Andrie Setiawan, membenarkan adanya laporan tersebut.

“Iya benar, ada laporan dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan,” ujarnya.

HM Bantah Tuduhan

Sementara itu, HM membantah seluruh tuduhan pelecehan yang dilaporkan mahasiswinya.

BACA JUGA: Buron 2 Tahun, Pencuri Kambing Ditangkap Tengah Malam! Polisi Ungkap Aksi Komplotan Curat di Ulu Ogan

Ia mengklaim pada hari kejadian, kantor hukumnya dalam kondisi ramai karena sedang melakukan seleksi calon advokat.

“Tidak mungkin rasanya saya melakukan pelecehan dalam kondisi kantor ramai. Itu tempat saya bekerja dan mencari nafkah,” ujar HM, Sabtu (3/1/2026).

Ia mengakui mahasiswi tersebut datang ke kantornya untuk menyerahkan tugas kuliah yang terlambat, meski menurutnya urusan akademik seharusnya diselesaikan di lingkungan kampus.

HM juga menegaskan pertemuan terjadi di ruang tamu, bukan di ruang kerja pribadinya, dan berlangsung singkat.

HM mengaku hanya menegur penampilan mahasiswi tersebut sebagai bentuk nasihat, tanpa adanya sentuhan atau tindakan pelecehan.

Terkait laporan tersebut, ia menyatakan telah melaporkan balik ke Polda Sumatera Selatan atas dugaan pencemaran nama baik.

BACA JUGA: Kasus Pelecehan Seksual Mahasiswi UMP Naik ke Penyidikan, LBH Bima Sakti Apresiasi Kinerja Polres Ogan Ilir

Kasus ini masih terus bergulir dan menjadi perhatian publik, sekaligus pengingat pentingnya perlindungan terhadap mahasiswa serta komitmen kampus dalam menciptakan lingkungan akademik yang aman. (*/red)

Page: 1 2

Redaksi

Share
Tags: berita UMP dosen dinonaktifkan dosen FH UMP kasus pelecehan kampus pelecehan seksual mahasiswa Polrestabes Palembang Universitas Muhammadiyah Palembang

Recent Posts

  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Polisi Gencarkan Patroli Karhutla, Warga Diminta Jangan Bakar Lahan

Polsek Talang Padang menggencarkan patroli Karhutla dan mengajak warga tidak membakar lahan demi menjaga lingkungan…

1 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Polsek Muara Pinang Gencarkan Makmano Karhutla

Polsek Muara Pinang menggencarkan Makmano Karhutla melalui patroli dan edukasi warga untuk mencegah pembakaran hutan…

1 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Makmano Karhutla Digencarkan, Warga Diminta Tak Bakar Lahan

Polsek Talang Padang menggencarkan Makmano Karhutla di Kembahang Baru dan mengimbau warga tidak membuka lahan…

1 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Pekarangan Bergizi Dicek, Upaya Ketahanan Pangan Diperkuat

Bhabinkamtibmas Desa Kungkilan mengecek Pekarangan Bergizi sebagai dukungan terhadap ketahanan pangan dan kemandirian pangan warga.

2 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Polisi Cek Tanaman Terong, Dorong Ketahanan Pangan Empat Lawang

Bhabinkamtibmas Polsek Talang Padang mengecek tanaman terong di Desa Talang Padang sebagai dukungan terhadap ketahanan…

2 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Cegah Karhutla, Polisi Datangi Warga dan Bagikan Imbauan

Polsek Muara Pinang menyambangi warga dan menyosialisasikan larangan membakar hutan serta lahan melalui Program Makmano…

2 hari ago