Duka Berlapis! Istri Baru Wafat, Rumah Hangus Dilalap Api

oleh -92 Dilihat
oleh
Musibah kebakaran menimpa rumah M Teguh di Plaju, Palembang. Belum genap seminggu setelah istrinya meninggal, ia harus kehilangan tempat tinggalnya yang hangus terbakar saat ditinggal, Rabu (15/10/2025). Foto: Istimewa

Ringkasan Berita:
° Belum seminggu setelah kehilangan istrinya, M Teguh, warga Plaju, Palembang, kembali diterpa musibah.

° Rumah panggung kayunya ludes terbakar pada Senin pagi (13/10) saat dalam keadaan kosong.

° Warga sempat berjibaku memadamkan api dengan air kolam sekitar sebelum tim pemadam tiba di lokasi.

° Seluruh harta benda, termasuk surat-surat penting, hangus dilalap si jago merah.


Palembang, LintangPos.com — Duka mendalam menyelimuti hati M Teguh (65), warga Jalan DI Panjaitan, Lorong Muhawana, Gang Tambak, RT 22 RW 08, Kelurahan Plaju Ulu, Kecamatan Plaju, Kota Palembang.

Belum genap seminggu setelah kepergian sang istri tercinta karena sakit, pria yang sehari-hari berprofesi sebagai peternak ikan ini kembali harus menelan pil pahit — rumah panggung kayunya hangus dilalap api, Rabu (15/10/3205) pagi.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB, saat rumah dalam keadaan kosong. M Teguh dan keluarganya diketahui sedang berada di kediaman kerabat di kawasan Kertapati.

Menurut keterangan Effendi, saksi mata yang tinggal di samping rumah korban, api pertama kali terlihat disertai suara ledakan keras.

“Awalnya ada suara ledakan, terus langsung keluar asap tebal. Kami langsung ambil air dari kolam ikan di belakang rumah buat nyiram api,” ujar Effendi.

Berbekal peralatan seadanya, warga sekitar bahu-membahu memadamkan kobaran api.

BACA JUGA: Motor Hasil Curas Ditemukan, Polsek Lintang Kanan Kembalikan ke Pemilik

Beruntung, sumber air dari kolam ikan di sekitar lokasi membantu proses pemadaman.

Dalam waktu sekitar 30 menit, api berhasil dijinakkan warga sebelum menjalar ke rumah lain di sekitar gang sempit tersebut.

Tak lama kemudian, tim Pemadam Kebakaran Kota Palembang tiba di lokasi untuk melakukan proses pendinginan.

Namun, petugas sempat mengalami kendala karena akses gang sempit dan padat warga yang memadati area kejadian.

Saat ditemui di lokasi, M Teguh tampak tak kuasa menahan tangis.

“Kami kehilangan semuanya. Rumah, surat-surat penting, sertifikat tanah, semua habis terbakar,” ungkapnya dengan suara bergetar.

BACA JUGA: Polisi Bongkar Makam Anti Puspita Sari, Wanita Hamil yang Tewas Tragis di Hotel Palembang

Lebih lanjut, ia mengaku peristiwa ini menjadi pukulan berat karena baru empat hari lalu ia kehilangan istrinya.

Anak sulungnya, Bambang Pitoyo (35), menuturkan bahwa saat kebakaran terjadi, seluruh keluarga sedang berada di rumah kerabat di Kertapati.

“Kami lagi di rumah keluarga, tiba-tiba dapat kabar rumah terbakar. Langsung kami pulang, tapi semuanya sudah habis,” ucap Bambang.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan oleh pihak berwenang.

Meski api tidak merembet ke rumah lain, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

BACA JUGA: Warga Desa Sadu Geger, Pria Ditemukan Tewas di Kebun Setelah Cekcok dengan Istri

Peristiwa ini menjadi pengingat betapa rentannya rumah-rumah berbahan kayu di kawasan padat penduduk terhadap risiko kebakaran, terlebih di musim kemarau seperti saat ini. (*/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.