Ringkasan Berita:
° Serangkaian bencana alam melanda Kabupaten Empat Lawang sepanjang awal Januari 2026.
° BPBD mencatat sedikitnya lima kejadian mulai dari pohon tumbang, banjir, hingga tanah longsor akibat tingginya curah hujan yang berdampak pada aktivitas warga.
EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com – Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, dilanda serangkaian bencana alam sepanjang awal Januari 2026.
Tingginya curah hujan memicu berbagai kejadian bencana hidrometeorologi yang berdampak langsung pada aktivitas dan keselamatan masyarakat di sejumlah kecamatan.
Berdasarkan data kebencanaan yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Empat Lawang, sedikitnya lima kejadian bencana tercatat terjadi dalam kurun waktu singkat.
Jenis bencana yang muncul pun beragam, mulai dari pohon tumbang, banjir, hingga tanah longsor.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Empat Lawang, Hendra Lezi, menyampaikan bahwa kondisi cuaca ekstrem menjadi faktor utama terjadinya bencana tersebut.
“Berdasarkan data kebencanaan tahun 2026, sedikitnya lima kejadian bencana tercatat terjadi di sejumlah kecamatan, mulai dari pohon tumbang, banjir, hingga longsor yang berdampak pada aktivitas warga,” ujar Hendra Lezi.
BACA JUGA: Pembangunan Jalan Pendopo–Paiker Masih Terputus, PUPR Empat Lawang Cari Sumber Dana Baru
Pohon Tumbang Ganggu Akses Jalan Poros
Rangkaian bencana diawali pada Jumat, 2 Januari 2026, di Kecamatan Tebing Tinggi. Sebuah pohon tumbang di Jalan Poros dilaporkan mengganggu arus lalu lintas di jalur utama tersebut.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini sempat menyebabkan kemacetan dan menghambat mobilitas masyarakat.
Petugas bersama warga setempat segera melakukan penanganan agar jalur kembali dapat dilalui.
Banjir Rendam Permukiman Warga
Selanjutnya, pada Kamis, 8 Januari 2026, banjir melanda Desa Air Kelinsar, Kecamatan Ulu Musi.
BACA JUGA: Petani Milenial Empat Lawang Panen Oyong Raksasa, Netizen Heboh!
Luapan sungai akibat hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan satu unit rumah terdampak dan enam warga merasakan dampak langsung dari genangan air.
Masih di hari yang sama, banjir juga terjadi di Kecamatan Tebing Tinggi, tepatnya di kawasan Sungai Berau Talang Gunung.
Luapan sungai kembali menggenangi permukiman warga dan berdampak pada satu rumah.
BPBD mengingatkan warga sekitar untuk tetap waspada, mengingat potensi hujan masih cukup tinggi di wilayah tersebut.
Longsor dan Angin Kencang Perparah Situasi
Bencana tanah longsor terjadi pada Jumat, 9 Januari 2026, di Desa Kemaang Baru, Kecamatan Talang Padang.
Longsor dipicu hujan lebat dan dilaporkan mengancam akses jalan serta keselamatan warga di sekitar lokasi.
Pada hari yang sama, angin kencang kembali menyebabkan pohon tumbang di Desa Tanjung Kupang, Kecamatan Tebing Tinggi.
Peristiwa ini semakin menegaskan tingginya potensi bencana hidrometeorologi di Kabupaten Empat Lawang.
BPBD Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Menghadapi kondisi cuaca yang belum stabil, BPBD Kabupaten Empat Lawang mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana.
“Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di dekat bantaran sungai dan pinggiran tebing untuk selalu siaga, mengingat curah hujan masih cukup tinggi,” tegas Hendra Lezi.
BACA JUGA: Kominfo Empat Lawang Resmi Pindah Kantor Mulai 19 Januari 2026
BPBD juga memastikan terus memantau perkembangan cuaca dan mengajak masyarakat segera melapor apabila terjadi kondisi darurat di wilayah masing-masing, guna mempercepat penanganan dan meminimalkan risiko yang ditimbulkan. (*/red)





