Empat Lawang ‘Ngebut’ Digitalisasi Pertanian! GIS, Alsintan Modern hingga Lahirnya Petani Milenial!

oleh -79 Dilihat
Bupati Empat Lawang, Dr H Joncik Muhammad. Foto: dok/Istimewa

Ringkasan Berita:

° Pemkab Empat Lawang mempercepat transformasi pertanian lewat digitalisasi GIS, modernisasi alsintan, regenerasi petani milenial, dan penguatan agroindustri.

° Langkah ini diharapkan meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kesejahteraan petani.


EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com – Di tengah gencarnya arus digitalisasi di berbagai sektor, Kabupaten Empat Lawang memilih untuk tidak tinggal diam.

Daerah yang sejak lama dikenal memiliki potensi besar di bidang pertanian, perkebunan, dan hortikultura—mulai dari padi, kopi, karet, cabai, hingga jagung—kini sedang memacu diri menuju wajah pertanian yang lebih modern, presisi, dan bernilai tambah tinggi.

Bupati Empat Lawang, H Joncik Muhammad, mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menjalankan serangkaian kebijakan strategis untuk membawa sektor pertanian daerah naik kelas.

Langkah pertama yang menjadi fondasi transformasi adalah pembangunan Sistem Informasi Pertanian berbasis GIS.

Teknologi pemetaan ini memungkinkan pemerintah mengetahui secara detail kondisi lahan, produktivitas, hingga komoditas unggulan di setiap wilayah.

“Digitalisasi data ini diharapkan membuat arah kebijakan pertanian lebih presisi, efisien, dan adaptif terhadap perubahan,” ujar Joncik.

BACA JUGA: Gubernur Herman Deru Puji Potensi Pertanian Luar Biasa di PEDA KTNA XVI Sumsel 2025!

Tidak berhenti di situ, pemerintah juga mendorong modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan).

Upaya ini ditujukan untuk menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan produktivitas dan daya saing petani.

Di banyak daerah, penggunaan alsintan telah terbukti mampu mempercepat proses tanam dan panen, dan Joncik berharap hal serupa bisa dirasakan petani Empat Lawang.

Transformasi berikutnya menyasar masa depan pertanian: regenerasi petani.

Pemerintah mendorong tumbuhnya petani muda yang melek teknologi, kreatif, dan memiliki jiwa wirausaha.

“Kami berharap lahir petani milenial yang berwawasan global,” katanya.

BACA JUGA: Petani di Empat Lawang Rugi Rp70 Juta, Hasil Panen Kopi dan Lada Serta Tanaman Kayu Dicuri!

Langkah ini menjadi krusial mengingat rata-rata usia petani nasional terus meningkat.

Kebijakan keempat menitikberatkan pada integrasi hulu-hilir pertanian dan agroindustri, mulai dari penyediaan sarana produksi hingga pengolahan dan pemasaran hasil pertanian.

Dengan rantai pasok yang lebih solid, pemerintah berharap nilai tambah komoditas pertanian meningkat dan harga tetap stabil.

Kolaborasi dengan dunia usaha dan koperasi tani pun diperkuat untuk memperluas akses pasar.

Bupati Joncik menegaskan bahwa seluruh langkah ini dirancang untuk satu tujuan besar: meningkatkan kesejahteraan petani.

“Transformasi pertanian berbasis inovasi adalah kunci untuk memajukan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan petani,” tegasnya.

BACA JUGA: Jasindo dan Dinas Pertanian OKU Teken Kerja Sama Bantuan Premi 100 Persen Asuransi Usaha Tani Padi

Dengan arah kebijakan yang semakin progresif, Empat Lawang tampak bersiap melompat ke babak baru pertaniannya—lebih modern, lebih terhubung, dan tentu saja, lebih menjanjikan bagi masa depan masyarakatnya. (*/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.