EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com — Sebanyak enam titik panas atau hotspot terdeteksi di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan. Data tersebut berdasarkan pembaruan hingga Rabu (26/8/2026) pukul 05.00 WIB.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Empat Lawang, Zulfitri, SE, mengatakan seluruh hotspot yang terdeteksi berada pada kategori lahan mineral.
“Data hotspot yang bersumber dari Sipongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat enam hotspot di Kabupaten Empat Lawang. Seluruhnya berada pada kategori mineral,” kata Zulfitri.
Menurutnya, tidak terdapat hotspot yang tercatat pada lahan gambut di wilayah Empat Lawang.
BACA JUGA: Awan Gelap Menggantung di Sumsel! BMKG Ungkap Biang Kerok Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan
Meski jumlahnya relatif kecil dibandingkan sejumlah daerah lain di Sumatera Selatan, keberadaan titik panas tetap perlu diwaspadai.
Zulfitri menilai setiap hotspot perlu ditindaklanjuti untuk memastikan apakah titik tersebut merupakan indikasi kebakaran lahan, aktivitas pembukaan lahan, atau sumber panas lainnya.
“Enam titik panas jangan hanya dilihat dari jumlahnya. Setiap titik tetap harus diwaspadai agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” ujarnya.
Di sisi lain, peluang hujan diprakirakan terjadi di wilayah Empat Lawang pada Kamis (27/8/2026) hingga Jumat (28/8/2026).
BACA JUGA: Status Siaga! Muba Dikepung Ancaman Cuaca Ekstrem hingga 2026, Warga Diminta Siap Setiap Saat
Hujan ringan berpeluang turun pada pagi hingga siang, sementara hujan sedang berpotensi terjadi pada sore hari.
Pada malam hari, hujan ringan masih berpeluang terjadi sebelum kondisi berangsur berawan pada dini hari hingga pagi berikutnya.
Suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 16–33 derajat Celsius dengan kecepatan angin sekitar 15 kilometer per jam. Kelembapan udara berada pada rentang 45–100 persen.






