Akhir Tragis Pemain Angklung, Akhirnya Ditemukan Sudah Meninggal Dunia di Aliran Sungai Musi

oleh -191 Dilihat
Madon, pemain angklung keliling yang tenggelam di Sungai Musi, ditemukan meninggal dunia setelah pencarian intensif tim gabungan BPBD dan Basarnas Empat Lawang, Senin (26/1/2026) sore sekitar jam 18:00 WIB. Foto: Istimewa

Ringkasan Berita:

Setelah pencarian intensif selama beberapa hari, Madon, pemain angklung keliling yang tenggelam di Sungai Musi, akhirnya ditemukan meninggal dunia di Desa Baturaja Baru, Empat Lawang. Jasad korban dievakuasi tim gabungan BPBD dan Basarnas ke RSUD Tebing Tinggi.


EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com – Upaya pencarian tanpa henti akhirnya berujung duka.

Madon, seorang pemain angklung keliling yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di Sungai Musi, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (26/01) sekitar pukul 18.00 WIB.

Jasad korban ditemukan di kawasan Desa Baturaja Baru, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan.

Penemuan jasad Madon sontak menggegerkan warga setempat.

Suasana desa yang biasanya tenang mendadak ramai oleh warga yang berdatangan ke lokasi setelah kabar penemuan menyebar dengan cepat.

Korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang hendak berangkat ke kebun dan melintasi area Sungai Musi.

BACA JUGA: Pemain Angklung Keliling Diduga Tenggelam di Sungai Musi

Saksi mata mengaku curiga setelah melihat sesosok tubuh mengapung di aliran sungai yang cukup deras.

Awalnya, ia mengira benda tersebut hanyalah kayu atau sampah besar yang terbawa arus.

Namun, setelah didekati, warga tersebut menyadari bahwa yang dilihatnya adalah tubuh manusia.

Tanpa berpikir panjang, ia segera melaporkan temuannya kepada aparat desa dan pihak berwenang.

Mendapatkan laporan tersebut, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Basarnas Kabupaten Empat Lawang langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

Meski medan cukup sulit dan arus sungai tergolong deras, proses evakuasi berjalan relatif lancar berkat koordinasi yang baik antarpetugas.

BACA JUGA: Air Mata Ayah di Sungai Musi, Pencarian Hari ke-2 Anak Belum Juga Ditemukan

“Setelah mendapat laporan dari warga, kami langsung menuju lokasi dan mengevakuasi korban ke RSUD Empat Lawang untuk proses lebih lanjut,” ujar Fero Ananta, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Empat Lawang saat dikonfirmasi.

Jasad Madon kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Empat Lawang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan identitas dan penyebab kematian.

Pihak keluarga pun telah dihubungi untuk proses selanjutnya.

Sebelumnya, Madon dilaporkan tenggelam saat beraktivitas di sekitar Sungai Musi.

Pria yang dikenal warga sebagai pemain angklung keliling itu kerap terlihat beraktivitas di sejumlah wilayah untuk mencari nafkah.

Kepergiannya yang mendadak membuat banyak warga merasa kehilangan, terutama mereka yang sering melihat Madon menghibur dengan alunan angklungnya.

BACA JUGA: Bocah 7 Tahun Hilang Diseret Arus, Jasad Ditemukan 24 Km dari Titik Tenggelam

Sejak laporan orang tenggelam diterima, tim gabungan BPBD, Basarnas, serta warga setempat melakukan pencarian intensif.

Penyisiran dilakukan menyusuri aliran Sungai Musi menggunakan perahu karet dan peralatan khusus.

Pencarian dilakukan dari pagi hingga sore hari selama beberapa hari, menyusuri titik-titik yang dicurigai.

Namun, derasnya arus Sungai Musi dan kondisi alam menjadi tantangan tersendiri bagi tim pencari.

Meski demikian, semangat dan kerja keras petugas serta dukungan masyarakat tidak surut.

Harapan agar korban ditemukan dalam keadaan selamat terus dipanjatkan, meski pada akhirnya pencarian tersebut harus berakhir dengan kabar duka.

BACA JUGA: Remaja Tenggelam di Curup Besemah Ditemukan Meninggal Dunia Setelah Dua Hari Pencarian

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama di musim dengan debit air yang tinggi.

Sungai Musi dikenal memiliki arus yang bisa berubah sewaktu-waktu dan berpotensi membahayakan keselamatan.

Pihak BPBD Empat Lawang juga mengimbau warga untuk segera melapor jika melihat kondisi berbahaya di sekitar sungai atau kejadian yang berpotensi menimbulkan korban.

Respons cepat dari masyarakat dinilai sangat membantu dalam proses penanganan darurat. (*/red)