Nisya, 23 tahun, menyamar sebagai pramugari Batik Air karena malu pada keluarga. Ia lolos terbang sebelum akhirnya terbongkar di Bandara Soekarno-Hatta. (*/IST)
° Seorang wanita asal Palembang bernama Khairun Nisya nekat menyamar sebagai pramugari Batik Air karena malu pada keluarganya setelah gagal seleksi.
° Aksinya terbongkar saat penerbangan Palembang–Jakarta.
° Meski tak dipidana, kasus ini viral dan mengundang simpati publik.
PALEMBANG, LINTANGPOS.com – Di balik seragam pramugari yang rapi dan senyum profesional, tersimpan kisah pilu seorang perempuan muda bernama Khairun Nisya.
Wanita berusia 23 tahun asal Palembang ini menjadi sorotan publik setelah nekat menyamar sebagai pramugari Batik Air dan berhasil ikut terbang dalam penerbangan Palembang–Jakarta pada 6 Januari 2026.
Motif di balik aksi beraninya ternyata sederhana namun menyentuh: rasa malu terhadap keluarga.
Nisya mengaku gagal lolos seleksi pramugari, namun tak sanggup mengungkapkan kenyataan itu kepada keluarganya.
Ia lalu memilih berpura-pura telah bekerja sebagai awak kabin.
“Yang bersangkutan mengenakan baju maskapai agar keluarganya percaya,” ujar Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, Rabu (7/1/2026).
BACA JUGA: Kejati Sumsel Tetapkan Dua Tersangka Kasus PNS Aktif Jadi Jaksa Gadungan
Untuk melancarkan penyamarannya, Nisya membeli seragam pramugari lengkap secara online, termasuk atribut dan kartu identitas palsu.
Ia berangkat dari Palembang mengenakan seragam tersebut.
Awalnya ia berniat berganti pakaian di bandara, namun karena waktu keberangkatan sudah mepet, ia tetap naik pesawat dengan atribut pramugari hingga tiba di Jakarta.
Kejanggalan mulai tercium saat kru pesawat mendapati rok seragam yang dikenakan Nisya berbeda dari standar Batik Air.
Ia juga tidak mampu menjawab pertanyaan dasar tentang tugas awak kabin.
Kecurigaan itu dilaporkan ke petugas keamanan penerbangan (Avsec).
BACA JUGA: PNS Nyamar Jadi Jaksa, Tipu Pejabat Pakai Seragam Kejaksaan — Kini Siap Disidang!
Setibanya di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Nisya diperiksa dan diketahui bukan karyawan maskapai.
Ia kemudian dibawa ke Polres untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Page: 1 2
Penelitian Nestia Destiani membahas pemanfaatan WhatsApp sebagai media penyebaran pesan dakwah oleh remaja di Desa…
Ketua DMI Empat Lawang Dodi Irawan menegaskan masjid harus menjadi pusat peradaban, pendidikan dan pemberdayaan…
Ketua DMI Sumsel menegaskan DMI Empat Lawang harus menyatu dengan pemerintah dan aktif menguatkan agenda…
Kepengurusan baru DMI Empat Lawang resmi dilantik. Bupati Joncik berharap organisasi kembali aktif dan mampu…
Artikel ilmiah Deah Monica mengulas implementasi kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah terhadap permukiman di sekitar…
Kebakaran lahan terjadi di Tebing Alay, Empat Lawang. BPBD mengerahkan enam personel untuk memadamkan api…