Gara-Gara YouTube, Mahasiswi Palembang Nyaris Tewas Dicekik Pacar Baru! Kronologinya Bikin Geleng Kepala!

oleh -50 Dilihat
Mahasiswi Palembang dianiaya pacar karena video call terputus. Luka di leher dan tangan jadi bukti kekerasan. Polisi tangani laporan korban, Rabu (12/11/2025). Foto: Istimewa

Ringkasan Berita: 

° Seorang mahasiswi di Palembang, Raihant (21), melapor ke Polda Sumsel setelah dianiaya pacarnya hanya karena sambungan video call terputus saat ia membuka YouTube.

° Korban mengalami luka di leher dan tangan. Kasus ini kini ditangani kepolisian.


PALEMBANG, LINTANGPOS.com – Seorang mahasiswi bernama Raihant (21) atau akrab disapa Zia, tampak berjalan pelan keluar dari Gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumatera Selatan, Rabu (12/11/2025).

Wajahnya menahan sakit, namun tersirat kelegaan. Ia baru saja melaporkan pacarnya sendiri atas dugaan penganiayaan.

Hubungan yang baru dua bulan dijalani itu berakhir tragis.

Di kamar kosnya kawasan Pakjo, Palembang, Zia mengalami kekerasan fisik. Lehernya memar, tangannya lecet.

Ia dicekik, ditendang, hingga kepala belakangnya membentur dinding.

Ironisnya, semua bermula dari hal sepele — sebuah panggilan video yang terputus.

BACA JUGA: Tiga Pejabat KPU Jadi Tersangka Korupsi Dana Pilkada Rp11,8 Miliar — Kasus Siap Disidang di Tipikor!

“Masalahnya cuma karena saya buka YouTube sambil video call. Tanpa sadar sambungannya terputus. Dia kira saya sengaja matikan ponsel,” ujar Zia saat ditemui usai membuat laporan.

Menurut pengakuannya, pelaku berinisial B menuduhnya berbohong dan menyembunyikan sesuatu.

Keesokan harinya, saat datang ke kosan korban, amarah B meledak.

Ia langsung melakukan penganiayaan hingga korban kesakitan.

Zia yang panik meminta bantuan teman kos dan teman kuliahnya untuk menyelamatkan diri.

Ia mengaku kejadian serupa bukan pertama kali terjadi.

BACA JUGA: Gegara Uang Susu, Ibu Muda di Palembang Jadi Korban KDRT Suami Sendiri

“Sudah tiga atau empat kali dia kasar. Tapi ini yang paling parah,” katanya dengan suara bergetar.

Laporan korban telah diterima oleh SPKT Polda Sumsel dan ditandatangani Kepala Siaga, Ipda Setia Gunawan.

Polisi kini tengah memproses laporan tersebut untuk penyelidikan lebih lanjut.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa hubungan toksik dapat muncul bahkan di awal masa pacaran.

Kekerasan, baik fisik maupun emosional, bukan tanda kasih sayang, melainkan peringatan untuk segera pergi dan melindungi diri. (*/red)