Neville menambahkan bahwa ia merasa tidak ingin “diatur oleh orang-orang berjas” dalam hal-hal pribadi semacam itu.
Namun, kini pria yang mengoleksi 85 caps bersama Timnas Inggris tersebut mengakui bahwa sikapnya di masa muda itu adalah sebuah “kesalahan besar.”
BACA JUGA: Harry Kane Akui Betah di Bayern Munchen, Tak Terburu Kembali ke Premier League
“Itu keputusan yang salah. Saya sekarang sadar menyanyikan lagu kebangsaan bukan soal tunduk pada otoritas, tapi bentuk penghormatan dan kebanggaan terhadap negara,” ungkap Neville dalam wawancara beberapa waktu lalu.
Meskipun kerap menuai kontroversi atas pandangan politik dan sosialnya, Gary Neville tetap dikenal sebagai salah satu sosok vokal di dunia sepak bola Inggris — baik di lapangan maupun di luar lapangan. (*/red)





