Dalam pelaksanaannya, Dishub berperan sebagai penghubung dan fasilitator antara pemerintah daerah dan pihak perusahaan.
Selain itu, Dishub memastikan seluruh tahapan pekerjaan mengutamakan standar keselamatan—baik bagi pekerja di lapangan maupun masyarakat pengguna jalan.
Penutupan sementara jalur masuk kota diberlakukan sejak 19 Januari 2026 hingga seluruh pekerjaan rampung.
Durasi penutupan akan menyesuaikan dengan progres pembangunan di lapangan.
Sementara itu, Wali Kota Prabumulih, H Arlan, menegaskan bahwa penataan ulang gerbang tetap mempertahankan identitas daerah.
“Ornamen khas Prabumulih, seperti nanas, tetap ada,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa ketinggian gerbang akan disamakan dengan bangunan sebelumnya agar kendaraan bertonase besar tidak melintas di dalam kota.
Sebagai catatan, gerbang Selamat Datang Kota Prabumulih rusak akibat ditabrak truk besar pada awal September 2024.
Perbaikan sempat dimulai pada 27 Mei 2025 dan terhenti setelah tahap pengecoran.
Gerbang beton yang pertama kali dibangun sekitar 2019 ini, dengan tambahan plat besi pada 2020, berfungsi sebagai portal pembatas kendaraan besar dengan tinggi sekitar 3,8 hingga 4 meter—simbol ketegasan sekaligus wajah awal Kota Prabumulih bagi setiap pendatang. (*/red)
Page: 1 2
Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad menghadiri Rapimwil Pemuda Muhammadiyah Sumsel sekaligus pelantikan PDPM Lubuk Linggau.
Lima desa di Empat Lawang diusulkan mendapat pembangunan BTS untuk memperluas akses internet dan mengurangi…
Dua qori asal Rejang Lebong, Herdiansyah dan Nofita Sari, mewakili Bengkulu pada MTQ Nasional 2026…
Festival Literasi Sumsel 2026 resmi dibuka Herman Deru. Sebanyak 4.648 buku terkumpul dalam gerakan memperkuat…
Film drama emosional tentang trauma, kehilangan, dan perjalanan berdamai dengan masa lalu, sekaligus pengingat bahwa…
Na Willa menghadirkan kisah masa kecil yang hangat sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih…