Gubernur Sumsel Keluhkan Infrastruktur Minim, Produksi Padi Terhambat

oleh -1112 Dilihat
Gubernur Sumsel Herman Deru menyoroti keterbatasan infrastruktur irigasi yang menghambat peningkatan produksi padi. Proyek Bendungan Tiga Dihaji yang diharapkan jadi solusi belum juga rampung setelah lima tahun berjalan. Foto: Istimewa

Ia juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur pendukung lainnya seperti jalan menuju area produksi, jalur distribusi antarwilayah, hingga pengembangan Palembang New Port Tanjung Carat.

“Ketahanan pangan itu butuh interkoneksi satu sama lain,” tegasnya.

Di sisi lain, Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Dwi Purwantoro, menjelaskan bahwa luas baku sawah di seluruh Indonesia mencapai sekitar 7,38 juta hektare.

BACA JUGA: Agus Pambagio Ungkap Jokowi Abaikan Peringatan Ignasius Jonan soal Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh

Dari jumlah itu, 4,72 juta hektare merupakan lahan irigasi, sementara sisanya 2,65 juta hektare masih berupa lahan tadah hujan.

“Dari total itu, sekitar 185 ribu hektare masih memerlukan intervensi pembangunan jaringan irigasi primer, sekunder, dan tersier,” ungkapnya.

Menurut data Kementerian PUPR, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp770 miliar untuk mendukung program ketahanan pangan di wilayah Sumsel melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII.

Rinciannya, Rp380 miliar untuk program reguler, Rp118 miliar untuk optimalisasi lahan, serta dukungan terhadap Instruksi Presiden (Inpres) No 2 tahap I hingga III dengan total Rp270 miliar.

Pemerintah pusat menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur irigasi dan bendungan demi memperkuat ketahanan pangan nasional, termasuk di Sumatera Selatan yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi utama di luar Pulau Jawa. (*/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.