Ia juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur pendukung lainnya seperti jalan menuju area produksi, jalur distribusi antarwilayah, hingga pengembangan Palembang New Port Tanjung Carat.
“Ketahanan pangan itu butuh interkoneksi satu sama lain,” tegasnya.
Di sisi lain, Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Dwi Purwantoro, menjelaskan bahwa luas baku sawah di seluruh Indonesia mencapai sekitar 7,38 juta hektare.
BACA JUGA: Agus Pambagio Ungkap Jokowi Abaikan Peringatan Ignasius Jonan soal Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh
Dari jumlah itu, 4,72 juta hektare merupakan lahan irigasi, sementara sisanya 2,65 juta hektare masih berupa lahan tadah hujan.
“Dari total itu, sekitar 185 ribu hektare masih memerlukan intervensi pembangunan jaringan irigasi primer, sekunder, dan tersier,” ungkapnya.
Menurut data Kementerian PUPR, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp770 miliar untuk mendukung program ketahanan pangan di wilayah Sumsel melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII.
Rinciannya, Rp380 miliar untuk program reguler, Rp118 miliar untuk optimalisasi lahan, serta dukungan terhadap Instruksi Presiden (Inpres) No 2 tahap I hingga III dengan total Rp270 miliar.
Pemerintah pusat menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur irigasi dan bendungan demi memperkuat ketahanan pangan nasional, termasuk di Sumatera Selatan yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi utama di luar Pulau Jawa. (*/red)







