Harga Emas dan Ayam Naik, Inflasi Sumsel Tetap Jinak! Ini Jurus Jitu Pemerintah Menahannya

oleh -2078 Dilihat
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Bambang Pramono. Foto: dok/IST

Kenaikan harga emas dipicu oleh ketidakpastian ekonomi global, yang membuat logam mulia makin diburu sebagai aset aman.

BACA JUGA: Herman Deru Luncurkan Sultan Muda Privilege Card, Gerakan Ekonomi Digital Anak Muda Sumsel

Sementara itu, harga ayam dan telur terdorong oleh naiknya biaya produksi.

Pasokan komoditas hortikultura juga terganggu akibat curah hujan tinggi di sentra produksi.

Menjelang Natal dan Tahun Baru 2026, potensi tekanan inflasi masih bisa berlanjut seiring meningkatnya konsumsi masyarakat.

Musim hujan yang bersamaan dengan musim tanam juga berpotensi memengaruhi harga pangan, terutama kelompok volatile food.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Selatan memperkuat strategi 4K — keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Langkah nyata dilakukan melalui operasi pasar murah, gerakan pangan murah, dan kerja sama dengan Perum Bulog dalam pendistribusian beras SPHP.

BACA JUGA: Kapolsek Ulu Musi Hadiri Launching SPPG Lestari, Dorong Kemandirian Ekonomi Warga

Pemerintah juga menyalurkan bahan pokok terjangkau lewat Toko KePo, RPK, dan Toko Penyeimbang milik Perumda Pasar Palembang Jaya.

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search