Harga Emas dan Ayam Naik, Inflasi Sumsel Tetap Jinak! Ini Jurus Jitu Pemerintah Menahannya

oleh -1873 Dilihat
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Bambang Pramono. Foto: dok/IST

Ringkasan Berita:

° Inflasi Sumatera Selatan Oktober 2025 tercatat 0,13% (mtm), turun dari bulan sebelumnya, namun tahunan naik tipis ke 3,49% (yoy).

° Kenaikan harga emas dan pangan jadi pemicu, tapi TPID sigap menahan laju dengan operasi pasar, kerja sama antar daerah, dan program ketahanan pangan.


Palembang, LintangPos.com – Provinsi Sumatera Selatan mencatat inflasi sebesar 0,13 persen (mtm) pada Oktober 2025, menurun dari bulan sebelumnya yang mencapai 0,27 persen.

Namun, secara tahunan inflasi tercatat 3,49 persen (yoy), sedikit naik dibandingkan September 2025 sebesar 3,44 persen.

Kenaikan ini sejalan dengan tren nasional yang meningkat menjadi 2,86 persen (yoy).

Meski ada kenaikan tahunan, capaian tersebut masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5±1 persen, menandakan inflasi di Sumatera Selatan tetap terkendali.

Penyumbang utama inflasi bulan Oktober datang dari emas perhiasan (0,15 persen mtm), diikuti telur ayam ras (0,06 persen), daging ayam ras (0,05 persen), serta wortel dan ketimun yang memberi andil kecil.

Kenaikan harga emas dipicu oleh ketidakpastian ekonomi global, yang membuat logam mulia makin diburu sebagai aset aman.

BACA JUGA: Herman Deru Luncurkan Sultan Muda Privilege Card, Gerakan Ekonomi Digital Anak Muda Sumsel

Sementara itu, harga ayam dan telur terdorong oleh naiknya biaya produksi.

Pasokan komoditas hortikultura juga terganggu akibat curah hujan tinggi di sentra produksi.

Menjelang Natal dan Tahun Baru 2026, potensi tekanan inflasi masih bisa berlanjut seiring meningkatnya konsumsi masyarakat.

Musim hujan yang bersamaan dengan musim tanam juga berpotensi memengaruhi harga pangan, terutama kelompok volatile food.

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search