Ringkasan Berita:
° Masa panen kopi di Kabupaten Empat Lawang diperkirakan mulai akhir Maret 2026.
° Harga kopi saat ini berada di kisaran Rp55 ribu per kilogram, turun dari Rp60 ribu.
° Meski belum panen raya, sebagian petani sudah mulai menjual hasil kopinya ke pengepul.
EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com – Menjelang akhir Maret 2026, harapan petani kopi di Kabupaten Empat Lawang mulai tumbuh seiring semakin dekatnya musim panen.
Berdasarkan kondisi tanaman saat ini, panen kopi diperkirakan akan dimulai pada akhir Maret, dengan puncak panen berlangsung pada bulan April mendatang.
Obi, seorang petani kopi di Kecamatan Muara Pinang, mengatakan tanda-tanda kematangan buah sudah mulai terlihat di sejumlah kebun.
Meski secara tradisional panen raya jatuh pada April, tahun ini sebagian kopi diperkirakan lebih cepat matang.
“Biasanya bulan April musim panen kopi, tapi kalau melihat buah sekarang, akhir Maret sudah ada yang matang,” ujar Obi.
Namun, di tengah optimisme jelang panen, petani harus menghadapi kenyataan turunnya harga kopi.
Saat ini, harga kopi di tingkat pengepul berada di kisaran Rp55 ribu per kilogram.
Angka tersebut turun sekitar Rp5 ribu dibandingkan harga akhir tahun lalu yang sempat menyentuh Rp60 ribu per kilogram.
Penurunan harga ini dibenarkan oleh Mei, seorang pengepul kopi di kawasan Muara Pinang.
Menurutnya, fluktuasi harga di awal tahun merupakan hal yang kerap terjadi menjelang musim panen.
“Sekarang Rp55 ribu per kilo, turun Rp5 ribu dari harga akhir tahun lalu yang sempat mencapai Rp60 ribu,” jelas Mei.
Meski belum memasuki panen raya, sejumlah warga memilih tetap menjual kopi lebih awal untuk memenuhi kebutuhan ekonomi harian.
BACA JUGA: Petani di Empat Lawang Rugi Rp70 Juta, Hasil Panen Kopi dan Lada Serta Tanaman Kayu Dicuri!
Langkah ini dinilai wajar, terutama bagi petani yang membutuhkan perputaran modal cepat.
Obi berharap, panen kopi tahun ini dapat memberikan hasil yang lebih baik.
Ia menaruh harapan besar pada stabilitas harga dan produksi yang melimpah agar kesejahteraan petani kopi di Empat Lawang dapat terus meningkat.
“Kalau hasil banyak dan harga tidak turun lagi, tentu petani bisa lebih untung,” pungkasnya. (*/red)





