Kondisi serupa juga dialami sekolah lain yang berada di bawah naungan SPPG Sukajadi Timur.
Sementara itu, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Banyuasin, Hj. Yosi Zartini, membenarkan adanya gangguan distribusi MBG di beberapa sekolah.
Pihaknya telah berdiskusi dengan SPPG Banyuasin untuk mencari solusi agar pelayanan kembali normal.
“Kami tidak ingin masalah internal SPPG berdampak panjang pada siswa. Pendataan sekolah terdampak sedang dilakukan karena sebelumnya tidak ada koordinasi soal perpindahan dari SPPG Sukomoro ke SPPG Sukajadi Timur,” jelasnya.
Yosi menambahkan bahwa kurangnya pemberitahuan dari pihak SPPG membuat sekolah dan dinas pendidikan turut menerima persepsi negatif dari masyarakat.
Hingga kini, pihak dinas masih menunggu langkah resmi pemulihan distribusi sembari mempertimbangkan opsi pengembalian suplai ke SPPG Sukomoro yang sebelumnya dinilai lebih stabil. (*/red)






