Penguatan kewirausahaan juga diarahkan pada penguasaan teknologi informasi, akses permodalan yang bankable, hingga perluasan pasar ke luar negeri.
Pemprov Sumsel bersama mitra turut memfasilitasi sekolah awal ekspor, sertifikasi balai karantina, serta uji pasar bagi pelaku usaha muda.
Herman Deru juga membagikan pengalaman merintis usaha sejak usia muda.
BACA JUGA: Akhirnya! ‘Jalur Maut’ Jalintim Palembang–Betung Mulai Diperbaiki, Gubernur Turun Tangan di KM 14
Ia menekankan bahwa keberanian memulai, konsistensi, dan kepercayaan menjadi modal penting dalam menjalankan bisnis.
“Memulai usaha memang butuh mental perintis. Konsistensi dan trust adalah modal utama dalam dunia bisnis,” tegasnya.
Ia meminta generasi muda tidak menyia-nyiakan peluang yang tersedia.
Menurutnya, langkah kecil yang dilakukan saat ini dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi bagi keluarga sekaligus daerah.
BACA JUGA: Gubernur Sumsel Buka Seminar Bantuan Hukum Gratis, Ungkap Komitmen Negara untuk Warga Miskin!
Program Sultan Muda juga mendapat perhatian dari sektor jasa keuangan. Kepala OJK Sumsel Arifin Susanto menilai pendekatan program tersebut menarik karena menempatkan anak muda sebagai penggerak utama.
Arifin mengatakan terdapat dua kemampuan penting yang perlu dibangun, yakni kemampuan menghasilkan pendapatan melalui bisnis dan kemampuan mengelola hasil usaha secara bijak.
Dukungan digital juga disiapkan untuk mempercepat perkembangan usaha para Sultan Muda, termasuk melalui akses pusat data dan aplikasi pendukung kegiatan bisnis.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Sumsel Bambang Pramono menyatakan kesiapan lembaganya mendukung pembinaan Sultan Muda dari sisi hulu hingga hilir.
Menurut Bambang, penciptaan sumber ekonomi baru menjadi bagian penting dalam menjaga inflasi sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dukungan tersebut mencakup pembiayaan melalui perbankan, peningkatan kompetensi ekspor hingga penyaluran CSR secara sistematis.





