Gubernur juga berpesan agar para peserta menjadi pelopor kebaikan dan bijak memanfaatkan teknologi.
“Kalian harus menjadi penguasa IT, bukan korban IT. Jadilah pemuda berilmu, berakhlak, dan berdaya saing,” tambahnya.
Selain itu, Herman Deru meminta para orang tua mempercayakan proses pendidikan selama kegiatan berlangsung kepada panitia.
“Tempat ini adalah wadah untuk menggembleng pemuda menjadi pribadi tangguh,” ujarnya.
Ia berharap Retret Laskar Pandu Satria Jilid II menjadi wadah lahirnya generasi muda Sumsel yang disiplin, berakhlak, dan siap memimpin masa depan bangsa.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumsel, Rudi, selaku Ketua Satgas Retret, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan dan pemberdayaan pemuda.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan nilai moral, membentuk karakter disiplin, dan menumbuhkan semangat solidaritas,” jelasnya.
Rudi menambahkan, kegiatan ini melibatkan sinergi antara Pemprov Sumsel, TNI, Polri, dan Pramuka guna membangun semangat juang sejati di kalangan peserta.
Retret ini berlangsung selama satu pekan, dari 5 hingga 14 November 2025, diikuti 100 pelajar dari seluruh SMA dan SMK se-Sumsel. (*/red)






