EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com – Bagi masyarakat, jalan dan jembatan bukan sekadar infrastruktur. Ketika akses terputus, ongkos perjalanan hingga distribusi barang ikut terdampak.
Pesan itu disampaikan Gubernur Sumatera Selatan Dr H Herman Deru saat ground breaking pembangunan Jembatan Napalan di Desa Seleman Ulu, Kecamatan Muara Pinang, Empat Lawang, Selasa (22/9/2026).
Herman Deru mengingat kembali putusnya jembatan tersebut akibat banjir bandang beberapa bulan sebelumnya.
Saat itu, Pemerintah Kabupaten Empat Lawang bergerak meminta bantuan Pemerintah Provinsi Sumsel agar konektivitas masyarakat segera dipulihkan.
BACA JUGA: Hari Ini! Herman Deru Ground Breaking Jembatan di Empat Lawang
Pemprov kemudian menyediakan jembatan Bailey sebagai akses darurat sebelum pembangunan jembatan permanen dimulai.
Kini, jembatan kokoh kembali dibangun untuk menggantikan akses darurat tersebut.
Bukan Sekadar Menyambungkan Jalan
Herman Deru mengatakan keberadaan Jembatan Napalan memiliki arti lebih luas karena ruas tersebut menghubungkan wilayah lintas kabupaten hingga lintas provinsi.
Menurutnya, konektivitas diperlukan untuk menjaga kelancaran komunikasi pemerintahan, hubungan sosial dan budaya, hingga pergerakan komoditas.
BACA JUGA: Herman Deru Cek Posko Karhutla, Layanan Kesehatan Diminta 24 Jam
Namun, ia menekankan aspek ekonomi menjadi salah satu alasan utama mengapa infrastruktur harus terus dijaga.
“Ketika ini terganggu, bukan silaturahmi yang menjadi terputus saja yang dikhawatirkan, tapi kemahalan ongkosnya,” ujar Herman Deru.
Ia mengatakan kenaikan biaya akibat buruknya akses tidak semestinya menjadi beban tambahan bagi masyarakat pengguna.
Infrastruktur Jadi Prioritas
Dalam kondisi fiskal pemerintah daerah yang terbatas, Herman Deru meminta anggaran diarahkan kepada kebutuhan yang paling penting.
BACA JUGA: Ground Breaking Jembatan Napalan, Arus dari Arah Pagaralam Dialihkan
Ia menyebut pembangunan infrastruktur berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan keberlangsungan aktivitas ekonomi.







