Categories: Berita Regional Sumsel

Herman Deru Ungkap Kuota Solar Sumsel Jauh di Bawah Kebutuhan

EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com – Antrean panjang Biosolar bersubsidi di sejumlah SPBU Sumatera Selatan kembali menjadi sorotan.

Gubernur Sumsel Herman Deru menyebut persoalan tersebut berkaitan dengan keterbatasan alokasi dan pola distribusi BBM.

Dalam wawancara di Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang, Selasa (22/9/2026), Herman Deru mengatakan Sumsel sebelumnya mengusulkan kebutuhan Biosolar sekitar 2,8 juta kiloliter (KL) per tahun.

Namun, menurut dia, alokasi yang diterima Sumsel hanya sekitar 650.000 KL.

BACA JUGA: Herman Deru: Jalan Terputus, Ongkos Masyarakat Jangan Bertambah

“Sumatera Selatan ini Gubernur atas usulan Bupati-Bupati itu memohon kepada BPH Migas 2,8 juta KL per tahun. Tapi nyatanya kita hanya mendapat alokasi lebih kurang 650.000 KL,” kata Herman Deru.

Herman Deru mengatakan persoalan semakin terasa menjelang akhir tahun ketika sisa kuota subsidi semakin menipis.

Karena itu, ia meminta Pertamina menjaga pola distribusi agar tidak hanya berpatokan pada sisa kuota.

Menurutnya, kebutuhan BBM Sumsel tidak bisa dihitung hanya berdasarkan kendaraan yang terdaftar di provinsi tersebut.

BACA JUGA: Ground Breaking Jembatan Napalan, Arus dari Arah Pagaralam Dialihkan

Sumsel juga menjadi jalur lintasan kendaraan dari provinsi dan wilayah lain sehingga kebutuhan BBM ikut meningkat.

“Jadi antre saat ini betul. Tapi dipastikan ada, bukan antre terus tidak ada,” ujarnya.

Herman Deru mengatakan dirinya akan mendorong Pertamina mempercepat distribusi.

Jika alokasi yang tersedia tidak mencukupi, ia menyatakan akan kembali meminta penanganan ke BPH Migas.

BACA JUGA: Herman Deru Dorong Solusi Refinery Ilegal di Muba

Persoalan antrean Biosolar sebelumnya juga dibahas Pemprov Sumsel bersama Pertamina dan BPH Migas.

Pada September 2026, Herman Deru meminta distribusi mempertimbangkan kondisi antrean di lapangan.

Selain kuota dan distribusi, Herman Deru menyoroti implementasi Biosolar B50.

B50 merupakan bahan bakar dengan campuran 50 persen biodiesel berbasis sawit atau FAME dan 50 persen solar fosil.

BACA JUGA: Ground Breaking Jembatan Napalan, Arus dari Arah Pagaralam Dialihkan

Implementasi B50 mulai berlaku secara nasional pada Juli 2026.

Page: 1 2

Legina Ainil Valensi

View Comments

Share
Tags: antrean SPBU B50 Sumsel BBM Sumsel Biosolar Sumsel BPH Migas Herman Deru kuota solar subsidi sawit Sumsel

Recent Posts

  • Berita
  • Palembang
  • Sumsel

Joncik Tegaskan KDEKS Harus Berujung pada Ekonomi Rakyat

Bupati Joncik Muhammad menegaskan KDEKS harus menghasilkan kerja nyata, menggerakkan UMKM, dan memberi dampak langsung…

9 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Headline
  • Sumsel

Truk Terjun ke Jurang 80 Meter di Tikungan S Pendopo, Satu Tewas

Truk Dyna terjun ke jurang sedalam 80 meter di Tikungan S Pendopo, Empat Lawang. Pengemudi…

12 jam ago
  • Empat Lawang
  • Kasus
  • Sumsel

Polisi Ungkap Curanmor di Pendopo, Dua Terduga Pelaku Diamankan

Polres Empat Lawang mengungkap kasus curanmor di Pendopo. Dua terduga pelaku diamankan setelah motor korban…

16 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Kecelakaan di Talang Banyu, Satu Orang Meninggal

Kecelakaan di Talang Banyu Empat Lawang melibatkan Vario, Suzuki Carry dan Supra Fit. Satu pengendara…

1 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

21 Paket Sabu Diamankan, Polres Empat Lawang Bongkar Dugaan Peredaran

Polres Empat Lawang mengamankan LA dan 21 klip diduga sabu seberat 5,55 gram di Kota…

1 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Rukor Bulanan Pemkab Empat Lawang Bahas Manajemen Talenta hingga Pelayanan Publik

Pemkab Empat Lawang menggelar Rakoret seluruh OPD membahas Manajemen Talenta, persiapan Mal Pelayanan Publik, MoU…

2 hari ago