Ketika digunakan membaca, konsumsi daya dapat ditekan, sedangkan performa ditingkatkan saat menjalankan aplikasi yang membutuhkan kemampuan pemrosesan lebih besar.
Kedua smartphone juga telah menjalankan Android 16 dan tetap mendukung pemasangan aplikasi Android seperti smartphone pada umumnya.
BACA JUGA: 5 HP Kamera Depan Terbaik 2025, Selfie Tajam Bikin Percaya Diri
Untuk daya, Hisense membekali A10 Pro dan A10 Ultra dengan baterai berkapasitas 4.000 mAh.
Pengisian daya kabel mendukung 18W, sementara pengisian nirkabel tersedia dengan daya 15W.
Fitur lainnya mencakup kamera utama 48MP, NFC, infrared dan konektivitas Wi-Fi 6.
Perbedaan utama A10 Pro dan A10 Ultra terdapat pada paket layar warna.
BACA JUGA: RedMagic 11 Air, HP Gaming Tipis, Kencang dan Futuristik
Pada A10 Ultra, aksesori layar LCD berwarna sudah termasuk dalam paket penjualan.
Sementara pengguna A10 Pro harus membelinya secara terpisah.
Dari sisi harga, Hisense A10 Pro dibanderol mulai 2.799 yuan untuk varian RAM 8GB dan penyimpanan 128GB.
Jika dikonversikan, harganya sekitar Rp7,3 jutaan.
Sementara itu, Hisense A10 Ultra dijual mulai 3.198 yuan atau sekitar Rp8,4 jutaan.
Kehadiran kedua perangkat ini memperlihatkan pendekatan berbeda Hisense terhadap desain smartphone.
Alih-alih menjadikan layar berwarna sebagai satu-satunya layar utama, perusahaan justru menempatkan E Ink sebagai pusat pengalaman penggunaan.
Konsep tersebut terutama menyasar pengguna yang gemar membaca, tetapi tetap membutuhkan kemampuan smartphone konvensional untuk menikmati konten berwarna. (*/red)






