Luapan Sungai Jernih akibat hujan deras merendam Jalan Lintas Musi Rawas–Pali. Polisi mengimbau pengguna jalan berhati-hati dan mencari jalur alternatif, Senin (2/2/2026). Foto: Istimewa
Hujan deras sejak Minggu sore hingga Senin pagi menyebabkan Jalan Lintas Musi Rawas–Pali di Desa Harapan Makmur terendam banjir akibat luapan Sungai Jernih. Genangan air menghambat aktivitas warga dan arus lalu lintas kendaraan.
MUSI RAWAS, LINTANGPOS.com – Intensitas hujan yang tinggi sejak Minggu sore (1/2/2026) hingga Senin pagi (2/2/2026) kembali membawa dampak serius bagi masyarakat Kabupaten Musi Rawas (Mura).
Akses utama Jalan Lintas Musi Rawas–Pali, tepatnya di Desa Harapan Makmur, Kecamatan Muara Lakitan, terendam banjir akibat luapan Sungai Jernih.
Genangan air yang menutupi badan jalan tersebut menghambat aktivitas warga, khususnya para pengguna jalan yang hendak melintas menuju Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) maupun sebaliknya ke arah Palembang.
Kondisi ini membuat arus lalu lintas melambat dan berisiko bagi keselamatan pengendara, baik roda dua maupun roda empat.
Kapolsek Muara Lakitan, AKP Hendrawan, membenarkan terjadinya banjir di jalur vital tersebut.
Menurutnya, hujan deras yang mengguyur wilayah Muara Lakitan tanpa henti sejak sore hari menjadi penyebab utama meluapnya Sungai Jernih hingga merendam sebagian ruas jalan.
“Banjir itu akibat luapan air dari Sungai Jernih karena hujan yang terus turun sejak kemarin sore. Biasanya, jika hujan berhenti, air akan segera surut,” ujar AKP Hendrawan kepada wartawan, Senin (2/2/2026).
Ia menjelaskan, kondisi serupa bukan kali pertama terjadi. Jalan lintas Mura–Pali memang dikenal sebagai salah satu titik rawan banjir, terutama saat curah hujan tinggi.
Luapan sungai kerap menggenangi jalan, meski umumnya tidak berlangsung lama.
Meski demikian, AKP Hendrawan menegaskan bahwa genangan air tetap berpotensi menghambat laju kendaraan.
Kedalaman air di beberapa titik membuat pengendara harus ekstra waspada agar tidak mengalami mogok atau kecelakaan.
“Untuk kendaraan kecil, sebaiknya menunggu air surut terlebih dahulu. Atau bisa memilih jalur alternatif bagi warga yang ingin menuju Palembang, begitu juga sebaliknya,” jelasnya.
BACA JUGA: Tak Lagi Kebanjiran, KUA Baturaja Timur Resmi Pindah Lokasi
Ia juga mengungkapkan bahwa banjir akibat luapan Sungai Jernih pernah terjadi sebelumnya, tepatnya pada 8 Januari 2026 lalu.
Page: 1 2
Sebanyak 19 anggota Pramuka Empat Lawang menerima penghargaan Pancawarsa 2026 atas dedikasi dan kontribusi dalam…
Sebanyak 16 dokter internship ditempatkan di Empat Lawang. Sekda Fauzan Khoiri Denin menekankan pentingnya sikap…
Sekda Empat Lawang Fauzan Khoiri Denin meminta operasional travel dikaji menyusul kecelakaan maut yang menewaskan…
Pemkab Empat Lawang menjadwalkan tiga agenda pada 17 September 2026, mulai Upacara Hari Perhubungan Nasional…
Polsek Talang Padang menggencarkan Makmano Karhutla di Desa Karang Are dan mengimbau warga tidak membuka…
Saiful Zahri kembali dipercaya memimpin DPC Hiswana Migas Lahat periode 2026-2030 setelah terpilih dalam Muscab…