Bagi Kabupaten Empat Lawang yang dikenal dengan julukan Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.
BACA JUGA: Sumsel Raih Apresiasi Kementan Berkat Inovasi Padi Apung
Setiap musim tanam yang berhasil berarti peningkatan kesejahteraan, keberlangsungan pendidikan anak-anak petani, hingga perputaran ekonomi desa.
Lebih dari sekadar aktivitas bercocok tanam, masa tanam Januari 2026 ini menjadi simbol optimisme.
Hujan yang turun konsisten seolah menghapus kekhawatiran petani akan kekeringan dan gagal panen.
Sawah yang kembali hijau menjadi saksi bahwa alam dan manusia masih bisa berjalan seiring, saling memberi dan menerima.
Jika cuaca tetap bersahabat, harapan akan panen raya bukan sekadar angan.
Bagi para petani Tebing Tinggi, setiap benih yang ditanam hari ini adalah doa yang dititipkan pada tanah, hujan, dan waktu—menunggu saatnya dituai sebagai hasil kerja keras dan keberkahan alam. (*/red)
Kepengurusan baru DMI Empat Lawang resmi dilantik. Bupati Joncik berharap organisasi kembali aktif dan mampu…
Artikel ilmiah Deah Monica mengulas implementasi kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah terhadap permukiman di sekitar…
Kebakaran lahan terjadi di Tebing Alay, Empat Lawang. BPBD mengerahkan enam personel untuk memadamkan api…
Delapan pekerja proyek Sekolah Rakyat Empat Lawang dipulangkan setelah mengadukan upah. Pihak Waskita membantah ada…
Petani mengeluhkan irigasi rusak yang membuat air tak sampai ke hilir selama bertahun-tahun dan meminta…
Proyek Sekolah Rakyat Empat Lawang senilai sekitar Rp300 miliar disorot setelah sejumlah pekerja mengeluhkan pembayaran…