Hujan Januari Jadi Berkah, Sawah di Tebing Tinggi Mendadak Hijau Kembali

oleh -669 Dilihat
oleh
Curah hujan Januari 2026 jadi momentum emas petani Tebing Tinggi Empat Lawang memulai masa tanam. Sawah hijau, harapan panen dan kesejahteraan pun tumbuh, Selasa (27/1/2026). Foto: Istimewa

Ringkasan Berita:

Hujan yang turun konsisten sepanjang Januari 2026 membawa berkah bagi petani Kecamatan Tebing Tinggi, Empat Lawang. Sawah yang sempat kering kini menghijau. Petani kompak memulai masa tanam demi panen optimal dan stabilitas beras lokal.


EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com – Hujan yang turun tanpa jeda sepanjang Januari 2026 menjadi anugerah tersendiri bagi para petani di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang.

Setelah berbulan-bulan menghadapi lahan kering dan retakan tanah yang mengkhawatirkan, kini hamparan sawah perlahan berubah warna.

Hijau muda mulai mendominasi lanskap pedesaan, menandai dimulainya harapan baru bagi masyarakat agraris di wilayah tersebut.

Bagi petani Empat Lawang, air hujan bukan sekadar fenomena alam yang datang dan pergi.

Hujan adalah urat nadi kehidupan. Setiap tetesnya menjadi penentu keberhasilan tanam, panen, hingga keberlanjutan ekonomi keluarga.

Tak heran, ketika hujan turun konsisten sejak awal Januari, para petani langsung “tancap gas” memulai masa tanam secara serentak.

BACA JUGA: Sumsel Kembangkan Teknologi Padi Apung untuk Tingkatkan Produksi di Lahan Rawa

Pantauan di sejumlah persawahan Tebing Tinggi menunjukkan aktivitas petani meningkat drastis.

Suara mesin traktor bersahut-sahutan sejak pagi hingga sore hari.

Lumpur sawah yang lengket tak menyurutkan semangat para petani yang berjibaku menyiapkan lahan.

Momentum musim penghujan ini dimanfaatkan seoptimal mungkin agar padi tumbuh dengan suplai air yang cukup hingga masa panen nanti.

Malik, salah seorang petani lokal di Tebing Tinggi, mengungkapkan bahwa jadwal tanam kali ini memang sengaja diselaraskan dengan puncak musim hujan.

Menurutnya, keputusan tersebut diambil berdasarkan pengalaman bertahun-tahun mengelola sawah tadah hujan.

BACA JUGA: Jasindo dan Dinas Pertanian OKU Teken Kerja Sama Bantuan Premi 100 Persen Asuransi Usaha Tani Padi

“Sekarang sudah masuk jadwalnya. Karena hujan sudah turun rutin, air di sawah jadi melimpah. Inilah waktu paling pas untuk turun ke sawah,” ujar Malik saat ditemui di sela-sela aktivitasnya, Senin (26/1/2026).

Sebagian besar sawah di Kecamatan Tebing Tinggi masih mengandalkan air hujan atau irigasi sederhana yang mengikuti debit sungai.

Kondisi ini membuat bulan Januari menjadi periode yang sangat krusial.

Jika petani terlambat menanam, risiko kekurangan air saat padi memasuki fase generatif sangat besar, yang pada akhirnya dapat menurunkan produktivitas hasil panen.

“Kalau telat tanam, nanti pas padi bunting airnya malah berkurang. Itu bisa bikin hasil panen tidak maksimal,” jelas Malik.

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search