Ingin Nikmati Sunrise di Bengkulu, Pemuda Empat Lawang Ditusuk Brutal

oleh -186 Dilihat
oleh
Peristiwa berdarah menimpa pemuda asal Empat Lawang di Danau Dendam Tak Sudah Bengkulu. Korban diserang saat menunggu sunrise, polisi turun tangan, Sabtu (10/1/2026). Foto: Istimewa

Ringkasan Berita:

° Dua pemuda diserang kelompok orang tak dikenal saat menunggu matahari terbit di Danau Dendam Tak Sudah, Bengkulu.

° Salah satu korban merupakan mahasiswa asal Empat Lawang, Sumsel.

° Polisi masih menyelidiki kasus pengeroyokan berdarah ini.


BENGKULU, LINTANGPOS.com – Niat menikmati indahnya matahari terbit berubah menjadi mimpi buruk bagi dua pemuda di Bengkulu.

Peristiwa penusukan berdarah terjadi di kawasan wisata Danau Dendam Tak Sudah, Kota Bengkulu, Sabtu (10/1/2026) pagi.

Salah satu korban diketahui merupakan pemuda asal Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan.

Korban bernama Edo Rahman (20), mahasiswa yang berdomisili di Desa Pasma Air Keruh, Kabupaten Empat Lawang.

Korban lainnya adalah Rafles Habib (20), warga Kelurahan Betungan, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu.

Keduanya kini masih menjalani pemeriksaan intensif oleh Polresta Bengkulu.

BACA JUGA: Mahasiswi Dikeroyok 5 Rekan Usai Janji Damai

Sunrise Berubah Mencekam

Peristiwa ini bermula sekitar pukul 05.00 WIB.

Edo dan Rafles datang bersama tiga orang teman ke Danau Dendam Tak Sudah untuk menunggu sunrise — momen yang selama ini dikenal menjadi daya tarik wisata favorit di Bengkulu.

Namun suasana tenang berubah mencekam ketika sekitar 10 orang pemuda datang bergerombol dan langsung melakukan pengeroyokan tanpa banyak bicara.

“Mereka datang tiba-tiba dan langsung menyerang,” ungkap Wilman (23), teman korban.

Luka Parah, Korban Berjuang Menyelamatkan Diri

BACA JUGA: Datang Mau Liputan, Pulang Berdarah-darah! Kisah Suharman yang Diduga Dikeroyok Warga Ogan Ilir Gara-Gara Disangka Merekam Musdes

Dalam insiden tersebut, Edo mengalami luka tusuk senjata tajam jenis keris di bagian punggung, namun masih sempat melarikan diri ke bawah jembatan di sekitar lokasi.

Sementara Rafles mengalami luka lebih serius, luka tusuk di paha dan perut, luka gores di dekat mata, luka pada tangan, dan engkak di beberapa bagian tubuh akibat dipukuli.

Dalam kondisi berdarah, kedua korban berhasil melarikan diri dan menghubungi Wilman untuk meminta pertolongan.

“Saya langsung menjemput mereka dan membawa ke rumah sakit,” kata Wilman.

Korban Asal Empat Lawang Lapor Polisi

Setelah mendapatkan perawatan medis awal, sekitar pukul 10.00 WIB, kedua korban mendatangi Polresta Bengkulu untuk membuat laporan resmi.

BACA JUGA: Tak Bayar Open BO, Pria di Batam Dikeroyok Empat Remaja hingga Pingsan

Hingga siang hari, mereka masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik.

Berdasarkan keterangan sementara, korban tidak mengenali para pelaku.

Namun mereka mengingat ada dua orang yang aktif menyerang menggunakan senjata tajam.

“Menurut korban, para pelaku masih muda, sekitar usia 17 sampai 25 tahun,” jelas Wilman.

Polisi Selidiki Motif Penyerangan

Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami motif pengeroyokan brutal tersebut.

BACA JUGA: Puluhan Anggota Brigif 8 Diperiksa Usai Dugaan Keroyok Kades di OKI

Kasus ini menjadi perhatian publik, terutama di Empat Lawang, karena salah satu korban merupakan putra daerah yang tengah menempuh pendidikan di Bengkulu.

Peristiwa ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat agar tetap waspada, bahkan di lokasi wisata yang selama ini dianggap aman. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.