Investor Geotermal Masuk! Kepahiang Bersiap Raup Rp100 Miliar

oleh -243 Dilihat
oleh
Bupati Kepahiang, Zurdi Nata. Foto: dok/IST

Ringkasan Berita:

° Kepahiang, Bengkulu, resmi memiliki dua proyek panas bumi besar di Air Sempiang dan Batu Bandung.

° Investor lokal dan asing sudah ditetapkan, dengan potensi PAD mencapai Rp100 miliar per tahun serta pembukaan lapangan kerja luas bagi masyarakat.


KEPAHIANG, LINTANGPOS.com – Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, resmi memasuki babak baru pengelolaan energi terbarukan.

Dua sumber panas bumi strategis di wilayah tersebut kini telah mendapatkan investor, membuka peluang besar bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dua lokasi utama yang menjadi fokus pengembangan adalah Geotermal Air Sempiang dan Geotermal Batu Bandung di Kecamatan Muara Kemumu.

Air Sempiang Dikelola PLN, Kapasitas 2×50 MW

Lokasi pertama berada di Air Sempiang dengan estimasi kapasitas listrik mencapai 2×50 megawatt.

Kawasan ini masuk dalam Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Kepahiang dan dikelola langsung oleh PT PLN (Persero).

BACA JUGA: Misteri Segitiga Bermuda Terungkap? Struktur Raksasa 12 Mil di Bawah Laut Bikin Teori Konspirasi Meledak!

PLN telah membuka lelang mitra pengembangan WKP Kepahiang dan menetapkan PT Mitra Cakrawala International (MCI) sebagai pemenang tender.

“Yang Air Sempiang ini, dikelola langsung oleh PLN,” ujar Sekretaris Daerah Kepahiang, Hartono, Selasa (13/1/2026).

Batu Bandung Digenggam Investor Turki

Lokasi kedua berada di Batu Bandung, Muara Kemumu, yang akan dikelola oleh perusahaan asal Turki, Hitay Energy Holdings.

Proyek ini tak hanya menyentuh sektor energi, tetapi juga pembangunan infrastruktur.

Selain investasi pembangkit listrik panas bumi, Hitay Energy Holdings berkomitmen:

BACA JUGA: Realisasi Investasi Sumsel 2025 Tembus Rp49,82 Triliun, Lampaui Target RPJMD

  • Melebarkan akses jalan di Batu Bandung
  • Membangun jalan umum sepanjang 5 kilometer dengan lebar 6 meter menuju lokasi proyek

Energi yang dihasilkan nantinya akan dijual ke PLN sebagai salah satu sumber pasokan listrik di Provinsi Bengkulu.

Potensi PAD Tembus Rp100 Miliar per Tahun

Dampak ekonomi dari investasi ini diproyeksikan sangat signifikan.

Bupati Kepahiang, Zurdi Nata, mengungkapkan daerahnya berpotensi meraih royalti dan Dana Bagi Hasil (DBH) yang jika dihitung mencapai sekitar Rp100 miliar per tahun.

“Kalau kita hitung-hitung, kita bisa mendapatkan Rp100 miliar per tahun. Ini potensi PAD kita,” kata Zurdi Nata.

BACA JUGA: Kajari Kepahiang Pamit, Warisan Prestasi dan PR Menanti Pengganti

Tenaga Kerja Lokal Wajib Diutamakan

Tak hanya soal pendapatan, proyek ini juga membuka peluang kerja besar bagi masyarakat setempat.

Bupati Kepahiang menegaskan kewajiban investor untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal.

“Harus, wajib sifatnya itu,” tegas Nata.

Dengan masuknya investasi panas bumi ini, Kepahiang tak hanya melangkah menuju kemandirian energi, tetapi juga mempercepat pemerataan pembangunan, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi daerah berbasis energi terbarukan. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search