Categories: Bengkulu Kepahiang Pertanian

Jahe Kepahiang Terserang Penyakit, Petani Panen Dini dan Rugi Besar!

Patogen ini dikenal ganas karena menyerang sistem perakaran dan rimpang tanaman, menyebabkan jaringan membusuk dari dalam.

Jika tidak ditangani sejak dini, penyakit ini dapat memusnahkan satu hamparan lahan dalam waktu singkat.

“Kami sempat mengira ini virus. Tapi setelah melihat gejalanya lebih dekat, ternyata jamur. Yang bikin kami kesal, selama ini tidak pernah ada penyuluhan tentang penyakit seperti ini. Kami seperti dibiarkan belajar sendiri,” kata Sugiman dengan nada kecewa.

Ketiadaan penyuluhan dan pendampingan teknis menjadi sorotan utama para petani.

Banyak di antara mereka mengaku tidak memahami langkah pencegahan, pengendalian, maupun perlakuan pascapanen yang tepat saat tanaman terserang penyakit.

BACA JUGA: Dari Balik Jeruji Tumbuh Harapan! Lapas Empat Lawang Panen Keterampilan Lewat Program Melon Produktif

Dampak ekonomi dari panen prematur ini pun sangat terasa. Jahe hasil panen dini berukuran lebih kecil, teksturnya lebih lunak, dan kandungan patinya rendah.

Kondisi tersebut membuat harga jual jatuh bebas di tingkat pengumpul.

Suyatmi (39), petani jahe dari desa yang sama, mengungkapkan bahwa harga jahe yang biasanya bisa menembus Rp17.000 per kilogram kini hanya dihargai sekitar Rp12.000 per kilogram.

Bahkan, pada beberapa kasus, selisih harga bisa mencapai Rp5.000 per kilogram.

“Penggepul bilang kualitasnya tidak bagus karena dipanen terlalu muda. Tapi kami tidak punya pilihan lain. Kalau tidak dijual, kami tidak bisa menutup modal,” jelas Suyatmi.

Bagi petani kecil, selisih harga tersebut sangat berarti. Biaya bibit, pupuk, tenaga kerja, hingga perawatan selama berbulan-bulan kini tidak sebanding dengan hasil yang diterima.

BACA JUGA: Petani di Empat Lawang Rugi Rp70 Juta, Hasil Panen Kopi dan Lada Serta Tanaman Kayu Dicuri!

Sebagian petani bahkan terancam merugi dan kesulitan menyiapkan modal tanam untuk musim berikutnya.

Ironisnya, persoalan di sektor pertanian Kepahiang tidak berhenti pada jahe.

Pantauan wartawan di lapangan juga menemukan serangan serius pada komoditas lain, seperti cabai merah.

Page: 1 2 3

Redaksi

Share
Tags: fusarium oxysporum jahe gagal panen jahe harga jahe anjlok panen prematur jahe penyakit busuk rimpang jahe pertanian kepahiang petani jahe kepahiang virus gemini cabai

Recent Posts

  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Makmano Karhutla Digencarkan, Warga Diminta Tak Bakar Lahan

Polsek Talang Padang menggencarkan Makmano Karhutla di Kembahang Baru dan mengimbau warga tidak membuka lahan…

1 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Pekarangan Bergizi Dicek, Upaya Ketahanan Pangan Diperkuat

Bhabinkamtibmas Desa Kungkilan mengecek Pekarangan Bergizi sebagai dukungan terhadap ketahanan pangan dan kemandirian pangan warga.

1 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Polisi Cek Tanaman Terong, Dorong Ketahanan Pangan Empat Lawang

Bhabinkamtibmas Polsek Talang Padang mengecek tanaman terong di Desa Talang Padang sebagai dukungan terhadap ketahanan…

1 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Cegah Karhutla, Polisi Datangi Warga dan Bagikan Imbauan

Polsek Muara Pinang menyambangi warga dan menyosialisasikan larangan membakar hutan serta lahan melalui Program Makmano…

1 hari ago
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Karhutla Mengintai, Polsek Lintang Kanan Gencarkan Larangan Bakar Lahan

Polsek Lintang Kanan menyosialisasikan larangan membakar hutan dan lahan di Desa Lesung Batu untuk mencegah…

1 hari ago
  • Nasional
  • Teknologi

Daftar Harga iPhone September 2026, Pro Max Tembus Rp43 Juta

JAKARTA, LINTANGPOS.com - Memasuki September 2026, pilihan iPhone di pasar Indonesia semakin beragam. Apple menawarkan…

2 hari ago