Sejumlah lahan cabai dilaporkan terserang virus Gemini, penyakit yang ditularkan oleh serangga vektor kutu kebul.
Virus ini menyebabkan daun cabai menguning, keriting, pertumbuhan terhambat, hingga gagal panen total.
Penyebarannya tergolong cepat dan dapat menjangkiti berbagai jenis tanaman sayuran dalam waktu singkat, terutama jika tidak diimbangi dengan pengendalian terpadu.
BACA JUGA: Perum BULOG dan Pemkab Muara Enim Tandatangani MoU Pembangunan Infrastruktur Pascapanen
Kondisi ini menambah daftar panjang tantangan yang dihadapi petani Kepahiang.
Minimnya edukasi, lemahnya sistem peringatan dini penyakit tanaman, serta ketergantungan petani pada pengalaman turun-temurun membuat mereka rentan saat menghadapi serangan organisme pengganggu tanaman.
Para petani berharap adanya perhatian serius dari dinas terkait, terutama dalam bentuk penyuluhan rutin, pendampingan lapangan, dan akses informasi mengenai pengendalian penyakit tanaman.
Tanpa itu, ancaman kerugian akan terus menghantui, dan sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi pedesaan kian terpinggirkan.
Di tengah ketidakpastian cuaca dan serangan penyakit, satu hal yang pasti: petani tidak bisa dibiarkan berjuang sendiri.
Tanpa dukungan nyata, panen prematur dan kerugian besar hanya akan menjadi cerita yang berulang dari satu musim ke musim berikutnya. (*/red)
JAKARTA, LINTANGPOS.com - Memasuki September 2026, pilihan iPhone di pasar Indonesia semakin beragam. Apple menawarkan…
Polsek Tebing Tinggi menggencarkan Makmano Karhutla dengan menyambangi warga dan mengingatkan agar tidak membuka lahan…
Bhabinkamtibmas Polsek Ulu Musi mengecek Pekarangan Bergizi di Desa Batu Lintang sebagai dukungan terhadap ketahanan…
Polsek Tebing Tinggi menyasar pemilik lahan di Desa Kembang Manis untuk mencegah Karhutla dan melarang…
Herman Deru melepas 95 Kafilah Sumsel ke MTQ XXXI Semarang dan menargetkan kejayaan Sumsel kembali…
Herman Deru meminta RUU Ketransmigrasian tak hanya ubah paradigma, tetapi juga menyelesaikan persoalan aset dan…