Sejumlah lahan cabai dilaporkan terserang virus Gemini, penyakit yang ditularkan oleh serangga vektor kutu kebul.
Virus ini menyebabkan daun cabai menguning, keriting, pertumbuhan terhambat, hingga gagal panen total.
Penyebarannya tergolong cepat dan dapat menjangkiti berbagai jenis tanaman sayuran dalam waktu singkat, terutama jika tidak diimbangi dengan pengendalian terpadu.
BACA JUGA: Perum BULOG dan Pemkab Muara Enim Tandatangani MoU Pembangunan Infrastruktur Pascapanen
Kondisi ini menambah daftar panjang tantangan yang dihadapi petani Kepahiang.
Minimnya edukasi, lemahnya sistem peringatan dini penyakit tanaman, serta ketergantungan petani pada pengalaman turun-temurun membuat mereka rentan saat menghadapi serangan organisme pengganggu tanaman.
Para petani berharap adanya perhatian serius dari dinas terkait, terutama dalam bentuk penyuluhan rutin, pendampingan lapangan, dan akses informasi mengenai pengendalian penyakit tanaman.
Tanpa itu, ancaman kerugian akan terus menghantui, dan sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi pedesaan kian terpinggirkan.
Di tengah ketidakpastian cuaca dan serangan penyakit, satu hal yang pasti: petani tidak bisa dibiarkan berjuang sendiri.
Tanpa dukungan nyata, panen prematur dan kerugian besar hanya akan menjadi cerita yang berulang dari satu musim ke musim berikutnya. (*/red)





