Mereka menancapkan kayu yang dilapisi karung tepat di tengah lubang jalan, agar mudah terlihat oleh pengendara yang melintas.
BACA JUGA: Jalan Rusak Bikin Petani Kopi Kepahiang Tekor di Ongkos
“Ini supaya pengendara lebih hati-hati. Kalau tidak diberi tanda, bisa memakan korban, apalagi bagi yang tidak tahu kondisi jalan,” ujar Soni, seorang pengendara ojek gandeng yang kerap melintasi jalur tersebut.
Kerusakan jalan ini semakin diperparah dengan meningkatnya intensitas kendaraan berat, khususnya truk-truk besar yang melintas menuju Bengkulu.
Menurut warga, belakangan jalur Tebing Tinggi–Talang Padang kerap digunakan sebagai jalur alternatif.
“Kemarin siang ada truk lewat sini. Tidak tahu muatannya apa. Sepertinya sekarang mereka tidak boleh lewat Lubuklinggau, jadi dialihkan lewat Tebing Tinggi–Talang Padang tembus Bengkulu,” ungkap Eka, warga setempat.
Ia menambahkan, truk-truk tersebut biasanya melintas secara beriringan dan dalam jumlah banyak.
“Sering lewat malam sekitar jam sepuluh. Sekali lewat bisa lima truk atau lebih,” katanya.
BACA JUGA: Hujan Deras, Jalan Lintas Mura–Pali Lumpuh Terendam Banjir
Keterangan serupa disampaikan Zul, warga Desa Kemang Manis lainnya.






