Categories: Bengkulu Headline Kepahiang

Jalan Rusak Bikin Petani Kopi Kepahiang Tekor di Ongkos

Sempat ada harapan ketika pembangunan jalan direncanakan menggunakan dana pinjaman daerah PT. SMI, namun hingga kini realisasinya belum juga tuntas.

Akibatnya, setiap musim hujan tiba, keluhan petani selalu berulang.

Jalan semakin rusak, kendaraan pengangkut sering terjebak, dan waktu tempuh menjadi jauh lebih lama.

BACA JUGA: Jalan Rusak di OKI Akhirnya Disulap! Gubernur Sumsel Turun Tangan, Anggaran Rp371 M Digelontorkan

“Bertahun-tahun petani pasti merasakan mahalnya ongkos angkut kopi karena kondisi jalan rusak parah, apalagi saat hujan. Kami berharap pemerintah benar-benar memperhatikan kondisi ini,” ujar Imelda.

Harapan Besar ke Pemerintah Daerah

Di tengah keluhan petani, secercah harapan masih terbuka.

Pemerintah Kabupaten Kepahiang diketahui tengah memperjuangkan pembangunan jalan Langgar Jaya melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).

Bupati Kepahiang, H. Zurdinata, S.Ip, telah mengusulkan pembangunan jalan tersebut agar dapat segera direalisasikan oleh pemerintah pusat.

Bagi petani, pembangunan jalan ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi menyangkut keberlangsungan hidup.

BACA JUGA: Akhirnya! Jalan Rusak Talang Siku–Sungai Lilin Mulai Diperbaiki Setelah Lama Dikeluhkan Warga

Akses jalan yang baik diyakini akan menekan biaya produksi, meningkatkan daya saing kopi Kepahiang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

Jalan Bukan Sekadar Aspal

Bagi masyarakat Langgar Jaya dan sekitarnya, jalan adalah urat nadi kehidupan.

Setiap lubang dan genangan air bukan sekadar kerusakan fisik, tetapi simbol dari beratnya perjuangan petani menjaga roda ekonomi tetap berputar.

Kini, para petani hanya bisa berharap agar usulan pembangunan segera membuahkan hasil.

Sebab bagi mereka, jalan yang layak bukan kemewahan—melainkan kebutuhan mendasar untuk bertahan hidup. (*/red)

Page: 1 2

Redaksi

Share
Tags: biaya angkut kopi hujan kepahiang inpres jalan daerah jalan langgar jaya jalan rusak kepahiang petani kopi kepahiang

Recent Posts

  • Berita
  • Empat Lawang
  • Religi
  • Sumsel

DMI Empat Lawang Tegaskan Masjid Harus Jadi Pusat Peradaban

Ketua DMI Empat Lawang Dodi Irawan menegaskan masjid harus menjadi pusat peradaban, pendidikan dan pemberdayaan…

1 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

DMI Sumsel Tegaskan Empat Lawang Harus Jadi Pusat Gerakan Masjid

Ketua DMI Sumsel menegaskan DMI Empat Lawang harus menyatu dengan pemerintah dan aktif menguatkan agenda…

2 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

DMI Empat Lawang Bangkit, Kepengurusan Baru Resmi Dilantik

Kepengurusan baru DMI Empat Lawang resmi dilantik. Bupati Joncik berharap organisasi kembali aktif dan mampu…

2 hari ago
  • Artikel
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Pendidikan
  • Sumsel

Deah Monica Soroti Tata Ruang dan Permukiman di Sekitar Rel Kereta Api Empat Lawang

Artikel ilmiah Deah Monica mengulas implementasi kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah terhadap permukiman di sekitar…

2 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Api Berkobar di Tebing Alay, BPBD Turunkan Enam Personel

Kebakaran lahan terjadi di Tebing Alay, Empat Lawang. BPBD mengerahkan enam personel untuk memadamkan api…

2 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Delapan Pekerja Sekolah Rakyat Dipulangkan, Buntut Aksi Ngadu ke Bupati

Delapan pekerja proyek Sekolah Rakyat Empat Lawang dipulangkan setelah mengadukan upah. Pihak Waskita membantah ada…

3 hari ago