Categories: Bengkulu Headline Kepahiang

Jalan Rusak Bikin Petani Kopi Kepahiang Tekor di Ongkos

Ringkasan Berita:

Hujan deras memperparah kerusakan jalan Cinto Mandi–Langgar Jaya–Damar Kencana di Kepahiang. Petani kopi terpaksa menanggung biaya angkut tinggi hingga jutaan rupiah. Jalan 13 km ini belum dibangun karena keterbatasan anggaran dan kini diusulkan melalui Inpres Jalan Daerah.


KEPAHIANG, LINTANGPOS.com – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Kepahiang beberapa waktu terakhir bukan hanya membawa kesejukan, tetapi juga keluhan panjang dari para petani.

Kondisi jalan penghubung Cinto Mandi – Langgar Jaya – Damar Kencana kian memprihatinkan.

Lumpur, lubang jalan, hingga badan jalan yang licin membuat aktivitas angkut hasil pertanian semakin sulit.

Bagi para petani, jalan sepanjang kurang lebih 13 kilometer ini bukan sekadar akses biasa.

Jalan tersebut adalah jalur utama pengangkutan kopi—komoditas andalan yang menjadi penopang ekonomi keluarga mereka sehari-hari.

Saat hujan turun, jalan berubah seperti lintasan ekstrem yang menguras tenaga, waktu, dan biaya.

BACA JUGA: Hujan Deras, Jalan Lintas Mura–Pali Lumpuh Terendam Banjir

Ongkos Angkut Melonjak Tajam

Imelda, salah seorang petani kopi setempat, mengungkapkan bahwa rusaknya jalan berdampak langsung pada biaya produksi.

Ia menyebut, ongkos angkut kopi kini bisa mencapai Rp3.000 hingga Rp5.000 per kilogram, tergantung kondisi cuaca dan tingkat kerusakan jalan.

“Kalau kondisi jalan seperti ini, biaya angkut kopi tentu sangat mahal. Bayangkan saja kalau hasil panen sampai satu ton, petani harus mengeluarkan sekitar Rp5 juta hanya untuk ongkos angkut,” ungkap Imelda kepada wartawan, Senin (2/2/2026).

Biaya tersebut, menurut Imelda, sangat memberatkan petani kecil.

Keuntungan yang seharusnya bisa digunakan untuk kebutuhan keluarga atau modal tanam berikutnya, justru habis di perjalanan.

BACA JUGA: Ojol Palembang Dibegal Siang Hari, Motor Raib di Jalan Malaka

Masalah Lama yang Belum Tuntas

Kerusakan jalan Cinto Mandi – Langgar Jaya – Damar Kencana sejatinya bukan persoalan baru.

Jalan ini sudah lama belum tersentuh pembangunan akibat keterbatasan anggaran Pemerintah Kabupaten Kepahiang.

Page: 1 2

Redaksi

Share
Tags: biaya angkut kopi hujan kepahiang inpres jalan daerah jalan langgar jaya jalan rusak kepahiang petani kopi kepahiang

Recent Posts

  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Gagal Panen Melanda Sawah Gunung Meraksa Baru, Empat Lawang

Salah seorang warga, Leki, mengatakan gagal panen terjadi di sejumlah kawasan persawahan atau ladangan di…

1 jam ago
  • Artikel
  • Nasional
  • Pendidikan

Dari Grup hingga Status WhatsApp, Remaja Pesisir Barat Manfaatkan Media Digital untuk Sebarkan Pesan Dakwah

Penelitian Nestia Destiani membahas pemanfaatan WhatsApp sebagai media penyebaran pesan dakwah oleh remaja di Desa…

18 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Religi
  • Sumsel

DMI Empat Lawang Tegaskan Masjid Harus Jadi Pusat Peradaban

Ketua DMI Empat Lawang Dodi Irawan menegaskan masjid harus menjadi pusat peradaban, pendidikan dan pemberdayaan…

20 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

DMI Sumsel Tegaskan Empat Lawang Harus Jadi Pusat Gerakan Masjid

Ketua DMI Sumsel menegaskan DMI Empat Lawang harus menyatu dengan pemerintah dan aktif menguatkan agenda…

1 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

DMI Empat Lawang Bangkit, Kepengurusan Baru Resmi Dilantik

Kepengurusan baru DMI Empat Lawang resmi dilantik. Bupati Joncik berharap organisasi kembali aktif dan mampu…

1 hari ago
  • Artikel
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Pendidikan
  • Sumsel

Deah Monica Soroti Tata Ruang dan Permukiman di Sekitar Rel Kereta Api Empat Lawang

Artikel ilmiah Deah Monica mengulas implementasi kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah terhadap permukiman di sekitar…

1 hari ago