James Rodriguez Akhiri Kisah di Club Leon

oleh -843 Dilihat
James Rodriguez. Foto: Luis Cano/Jam Media/Getty Images

Lahir di Cúcuta, Kolombia, ia memulai karier profesional bersama Envigado FC, sebelum menembus panggung internasional bersama Banfield di Argentina.

Langkahnya menuju Eropa dimulai dengan Porto, dilanjutkan dengan Monaco, dan kemudian puncaknya bersama Real Madrid.

Bersama Los Blancos, James memenangkan dua gelar Liga Champions, FIFA Puskas Award 2014, dan Sepatu Emas Piala Dunia 2014 berkat enam gol yang menakjubkan untuk Kolombia.

Namun sejak itu, kariernya berjalan seperti roller coaster.

Pindah ke Bayern Munich, Everton, hingga petualangan singkat di Qatar, Yunani, dan Meksiko, James belum mampu menemukan stabilitas.

BACA JUGA: Sam Surridge: Rasanya Aneh Bisa Bersaing Golden Boot dengan Messi

Seolah nasibnya selalu mengarah pada pindah klub setiap musim, menjadikan Leon sebagai klub ke-12 dalam catatan kariernya.

MLS dan Mimpi Piala Dunia 2026

Walau usianya tak muda lagi, James belum siap menggantung sepatu.

Menurut sumber ESPN, dua klub Liga MX telah melakukan pendekatan informal, sementara klub MLS juga mulai menunjukkan ketertarikan.

Masalahnya, musim kompetisi di Amerika Serikat baru dimulai awal 2026, dan James dikabarkan enggan menunggu terlalu lama tanpa bermain.

Tetap berkompetisi di Meksiko dianggap sebagai pilihan paling realistis agar ia tetap bugar menjelang Piala Dunia 2026, yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

BACA JUGA: Penggelapan Rp1,5 Miliar Terbongkar, Dua Karyawan Ditangkap!

James masih menyimpan ambisi untuk mengenakan seragam timnas Kolombia sekali lagi di panggung dunia, sebuah impian yang membuatnya terus berjuang meski usia menua.

Menentukan Babak Terakhir Karier

Kini, James berdiri di persimpangan karier.

Di usia 34 tahun, langkah selanjutnya akan menentukan bagaimana dunia mengingatnya—apakah sebagai legenda yang tak pernah menyerah, atau bintang yang sinarnya meredup terlalu cepat.

Pilihan antara bertahan di Liga MX, pindah ke MLS, atau kembali ke Amerika Selatan, akan menjadi bab terakhir dari perjalanan sepak bola yang penuh warna dan emosi.

No More Posts Available.

No more pages to load.